Cari di sini

Selasa, 20 Januari 2009

Daftar skripsi Akuntansi Keuangan

Analisa Atas Laporan Keuangan Dengan Metode General Price Level Accounting Pada PT. X (1995)
Leasing Sebagai Alternatif Sumber Pembiayaan Barang Modal Di Jakarta (1995)
Penerapan Akuntansi Untuk Financial Lease Dan Permasalahannya Di Tinjau Dari Sudut Lessor (1995)
Laporan Arus Kas Sebagai Penunjang Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. X (1995)
Pembiayaan Melalui Sewa Guna Usaha Dan Aplikasinya Pada PT. Nindya Karya (1995)
Analisa Atas Laporan Keuangan Untuk Kredit Investasi Pada Bank X (1995)
Perlakuan Akuntansi Sewa Guna Usaha Pada PT. Salindo Perdana Finance (1995)
Pengaruh Akuntansi Penjualan Angsuran Terhadap Pendapatan Dealer Mobil PT. X (1995)
Analisa Terhadap Pengukuran Pendapatan Perusahaan Asuransi Kerugian (Studi Kasus Pada PT. Asuransi Pratiukara) (1995)
Akuntansi Real Estate: Mekanisme Penentuan Harga Pokok Penjualan Dan Pengakuan Pendapatan Pada PT. X (1995)
Dampak Evaluasi Aktiva Tetap Terhadap Perusahaan Pada PT. X (1996)
Analisa Dampak Inflasi Pada Laporan Keuangan PT. X Dengan Menggunakan Metode Akuntansi Tingkat Harga Umum (1996)
Analisis Anjak Piutang Pada PT. BDK Dan Manfaat Kegunaannya Bagi PT. XYZ (1996)
Forward Contract Sebagai Sarana Hedging Evaluasi Perlakuan Akuntansi Serta Pengaruhnya Terhadap Pendapatan (1996)
Pengelolaan Kekayaan Melalui Investasi & Pengaruhnya Pada Laporan Keuangan Dana Pensiun Aneka Tambang (1996)
Tinjauan Atas Akuntansi Sumber Daya Manusia Dan Kemungkinan Penerapannya Pada PT. X (1996)
Analisis Pratek Akuntansi Syariah Dalam Pengakuan Pendapatan Dan Biaya Serta Pelaporan Kerugian Pada PT. Bank Muamalat Indonesia (1996)
Tinjauan Atas Penyajian Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Non Pemerintah Pada Organisasi X (1997)
Akuntansi Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Real Estate PT. Grenlan Perdana (1997)
Evaluasi Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial Pada PT. NGK Busi Indonesia (1997)
Analisa Terhadap Pengakuan Pendapatan Perusahaan Asuransi Kerugian Pada PT. Asuransi Raksa Pratikara (1997)
Analisa Metode Pengakuan Pendapatan Dan Beban Serta Matching Concept Pada Bank X (1997)
Analisis Pengakuan Pendapatan Atas Perusahaan Real Estate Pada PT. Bumi Serpong Damai (1997)
Kemungkinan Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia Dan Pengaruh Perlakuan Biaya Sumber Daya Manusia Terhadap Laporan Keuangan Bank. X (1997)
Analisa Kemungkinan Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia Pada PT. X (1997)
Pengaruh Kualitas Aktiva Produktif Terhadap Tingkat Rentabilitas (Studi Kasus Pada Bank X ) (1997)
Analisis Hubungan Antara Informasi Akuntansi Dengan Perkembangan Harga Saham Perusahaan-Perusahaan Go Public Di Bursa Efek Jakarta (1997)
Perlakuan Akuntansi Untuk Biaya Eksplorasi Sehubungan Dengan Kontrak Bagi Hasil Dengan Pertamina (Studi Kasus Pada PT. X) (1997)
Penerapan Akuntansi Sewa Guna Usaha Pada Penyajian Laporan Keuangan Lessor Pada PT. X (1997)
Penerapan Metode Penyusunan Aktiva Tetap Dan Pembebanan Dalam Harga Pokok Penjualan Pada PT Djaya Beverage Bottle Company (1997)
Evaluasi Peranan Leasing Sebagai Salah Satu Bentuk Pembiayaan Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan (1997)
Analisa Pengakuan Pendapatan Dan Beban Asuransi Kerugian Pada Perusahaan Asuransi PT. X (1998)
Metode Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Real Estate (Studi Kasus PT. Summarecoh Agung) (1998)
Evaluasi Atas Penerapan Akuntansi Pertanggung Jawaban Sosial Pada PT. Insteam Di Tanggerang (1998)
Penerapan Akuntansi Tanah Pada Perusahaan Real Estate PT. XYZ (1998)
Akuntansi Real Estate Pengakuan Pendapatan Dan Penentuan Laba Kena Pajak (Studi Kasus PT. X) (1998)
Analisis Atas Pengaruh Penerapan Akuntansi Konvensional Dan Akuntansi Sumber Daya Manusia Pada Bank. X 1998)
Peranan Analisa Laporan Keuangan Dalam Mempertimbangkan Permohonan Kredit Pada PT. Bank.X (1998)
Tinjauan Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial (Studi Kasus PT. X) (1998)
Pengaruh Penurunan Nilai Mata Uang Rupiah Terhadap Pendapatan Penjualan Pada PT. X (1998)
Analisis Perbandingan Perlakuan Akuntansi Sumber Daya Manusia Dengan Perlakuan Akuntansi Konvensional Serta Pengaruhya Terhadap Laporan Keuangan (1998)
Perlakuan Akuntansi Atas Transaksi Currency Option Pada Bank. ABC (1998)
Analisa Dampak Kuantitatif Dan Kualitatif Kemungkinan Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia Pada PT. X (1998)
Perbandingan Penerapan Perlakuan Akuntansi Dan Pencatatan Transaksi Anjak Piutang NF CC Dengan FASB Statement No. 77 Dalam Tinjauan Teori Akuntansi (1998)
Leasing Sebagai Alternatif Pembiayaan Modal (1998)
Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Perkebunan PT. X (1998)
Studi Perbandingan Pembiayaan Barang Modal Antara Sewa Guna Usaha Dan Pinjaman Perbankan Ditinjau Pada PT. X (1998)
Analisa Laporan Arus Kas Untuk Mengukur Likuiditas Pada Perusahaan Frame PT. Uniframe Centra Nusa (1998)
Evaluasi Atas metode Pengakuan Pendapatan Terhadap Laba Perusahaan Jasa Konstruksi PT. Lestari Jaya Konstruksi (1998)
Analisa Laporan Arus Kas Sebagai Salah Satu Alat Bantu Dalam Pengambilan Keputusan Pada PT. X (1998)
Pengaruh Laporan Keuangan Yang Telah Di Audit Oleh Akuntan Publik Pada Prosedur Intern Bapepam Atas Perusahaan Yang Akan Go Public Di Pasar Modal Dengan (Studi Kasus Pada Bapepam) (1998)
Analisis Laporan Keuangan PT. X Sebagai Dasar Untuk Menilai Kondisi Keuangan Dan Prestasi Manajemen (1998)
Penerapan Metode Aktiva Tetap Berwujud Pada PT. Panca Mitra Pacisindo (1998)
Evaluasi Terhadap Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Asuransi Kerugian Pada PT. X (1998)
Analisa Laporan Arus Kas Sebagai Alat Bantu Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. X 1998)
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Dengan Tehnik Analisa Camel (Studi Kasus Pada PT. BNI Persero Tbk) (1998)
Analisa Laporan Arus Kas Sebagai Penunjang Evaluasi Kinerja Keuangan Pada PT. X Bagi Investor Dan Kreditor 1998)
Sewa Guna Usaha Sebagai Alternatif Pembiayaan Barang Modal, Perlakuan, Pelaporan Dan Pengungkapan Akuntansi Pada PT. Central Loka Betawi 1998)
Akusisi Atas Perolehan Dan Penyusutan Aktiva Tetap pada PT. Voksel Electric 1998)
Evaluasi Atas Laporan Arus Kas Sebagai Pendukung Pengambilan Investasi 1998)
Evaluasi Perlakuan Akuntansi Tetap Sesuai Dengan PSAK No 16 Pada PT. Eva Mandiri Wisesa 1998)
Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada Perusahaan Asuransi Kerugian Pada PT. X 1998)
Suatu Analisis Perlakuan Biaya Recovery Pada Perusahaan Kontraktor Bagi Hasil (Studi Kasus Pada Total Indonesia ) (1998)
Analisis Pengakuan Pendapatan Dan Beban Serta Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Perusahaan Asuransi Kerugian Pada PT. Asuransi Bintang Tbk 1998)
Perbedaan Perlakuan Biaya Eksplorasi Antara Kontrak Production Sharing Dengan Metode Successfull Effort Dan Full Cost (Studi Kasus Pada KPS PT. X) 1998)
Analisa Perbandingan Akuntansi Perbankan Mengenai Pengakuan Pendapatan Bunga Atas Pemberian Kredit Sebelum Dan Sesudah SKAPI (PSAK 31) Pada PT. Bank X 1998)
Analisa Laporan Keuangan Pada PT. Asuransi Eka Lloyd Jaya 1998)
Tinjauan Atas Bentuk Penerapan Standar Auntansi Keuangan Koperasi Pada Koperasi Primer Praja Mukti Departemen Dalam Negeri (1999)
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Melalui Analisa Pada PT. Bank X (1999)
Pengaruhnya Penurunan Nilai Mata Uang Rupiah Terhadap Pendapatan Penjualan Pada PT. X (1999)
Pengakuan Pendapatan Premi Dan Beban Klaim Pada Perusahaan Asuransi Kerugian (1999)
Akuntansi Penjualan Cicilan Dan Pengelolaan Piutang Cicilan Pada PT. X (1999)
Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan Melalui Analisis Rasio Pada Lima Perusahaan Tekstil (1999)
Penerapan Akuntansi Dana Pensiun Pada Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia (1999)
Penerapan PSAK No 18 Mengenai Akuntansi Dana Pensiun Terhadap Laporan Keuangan Dana Pensiun (Studi Kasus Pada Dana Pensiun X) (1999)
Analisa Perlakuan Akuntansi Dan Pelaporan Hutang Obligasi Pada PT. PLN (Persero) (1999)
Evaluasi Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap Sesuai Dengan PSAK No 16 Pada PT. Wira Bahari Perdana (1999)
Perlakuan Akuntansi Transaksi Forward Purchase Untuk Mengurangi Kerugian Transaksi Valuta Asing (Studi Kasus Pada PT. X) (1999)
Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Tingkat Kesehatan Perusahaan (1999)
Rekonsiliasi Laporan Keuangan Menurut Standar Akuntansi Keuangan Menjadi Laporan Keuangan Fiskal Untuk Menentukan Pajak Penghasilan Terhutang PT. Swara Sapta Gita (1999)
Perhitungan Pengakuan Pendapatan Dengan Metode Persentase Penyelesaian (Studi Kasus Pada PT. Flour Daniel Indonesia) (1999)
Kebijakan Deviden Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Perusahaan-Perusahaan Industri Rokok (1999)
Evaluasi Kebijakan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Pada PT. Eveready Battery Company Indonesia (2000)
Analisa Atas Rencana Keputusan Investasi Aktiva Tetap Pada PT. Sinar Bogor (2000)
Tinjauan Atas Bentuk Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Koperasi Pada Koperasi Serba Usaha Tunas Jaya (2000)
Analisa Penerapan Akuntansi Aktiva Tetap Pada Rumah Sakit Ibu Dan Anak Eva Sari (2000)
Perlakuan Akuntansi Selisih Kurs Dan Pengungkapannya Pada Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada Perusahaan Go Public Di Jakarta) (2000)
Analisa Laporan Arus Kas Dalam Menilai Likuiditas Pada PT. X (2000)
Evaluasi Terhadap Perlakuan Akuntansi Atas Perolehan Dan Penyusunan Aktiva Tetap Berwujud Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Laba Rugi PT. X (2000)
Laporan Arus Kas Sebagai Pendukung Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Investasi.(2000)
Analisa Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada Perusahaan Asuransi Kerugian Pada PT. X (2000)
Analisa Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada Perusahaan Asuransi Kerugian Pada PT. X (2000)
Analisis Metode Pengakuan Pendapatan Dan Beban Sesuai Dengan PSAK No. 36 Pada PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Serta Dampaknya Terhadap Laba Perusahaan (2000)
Analisis Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Dan Beban Perusahaan Asuransi Kerugian Pada PT. Asuransi Jasa Indonesia (2000)
Analisa Kebijakan Akuntansi Aktiva Tetap Pada PT. X Serta Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Laba Perusahaan (2000)
Analisis Laporan Arus Kas Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT. Dynaplast (2000)
Analisis Sistem Penjualan Melalui Internet Pada watmarket.com (2000)
Perbandingan Laba Perusahaan Go Publik Di BEJ Yang Melakukan Revaluasi Aktiva Tetap Dan Yang Tidak Melakukan Revaluasi Aktiva Tetap (Studi Kasus Pada PT. X Dan PT. Y) (2000)
Evaluasi Akuntansi Atas Pendapatan Dan Biaya Pada PT. Caltex Pacific Indonesia (2000)
Perlakuan Akuntansi Atas Aktiva Tetap Dan Penyusutannya Pada PT. X (2000)
Evaluasi Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap Sesuai Pasal No. 16 & 17 Serta Hubungannya Dengan Efisiensi Pada PT. X (2000)
Analisis Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada Pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) (2000)
Evaluasi Perlakuan Akuntansi Atas Pendapatan Dan Biaya Serta Dampaknya Pada Kredibilitas Informasi Keuangan (2000)
Evaluasi Akuntansi Atas Pendapatan Dan Biaya Pada PT. Caltex Pacific Indonesia (2000)
Analisa Perlakuan Akuntansi Perminyakan Terhadap Biaya Eksplorasi Dengan Succes Full Effort Method , Full Cost Method Dan Production Sharing Contract Accounting Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. X Tbk) (2000)
Analisis Hubungan Pertumbuhan Rasio Keuangan Dengan Pertumbuhan Laba Untuk Periode Satu Tahun Ke Depan (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ (2000)
Analisis Laporan Arus Kas Untuk Mengukur Kinerja PT. Hero (2000)
Perlakuan Akuntansi Untuk Swap Dan Option Sebagai Alternatif Guna Mengurangi Risiko Kerugian Fluktuasi Nilai Tukar (Studi Kasus Pada PT. K) (2000)
Evaluasi Akuntansi Atas Penjabaran Laporan Keuangan Anak Dan Laporan Keuangan Konsolidasi Pada PT. Metro Data Electronic Tbk (2000)
Analisis Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada PT. Asuransi Jasa Indonesia (2000)
Evaluasi Penyajian Laporan Arus Kas Dan Manfaatnya Pada Perusahaan (2000)
Analisis Laporan Arus Kas Untuk Menilai Kesehatan Keuangan PT. X (2000)
Perlakuan Akuntansi Untuk Forward Purchase, Swap Option Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Dan Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Inti Keramik Alam Sari Dan PT. Kabelindo Murni) (2000)
Analisa Laporan Arus Kas PT. X Sebagai Bahan Informasi Bagi Lessor Dalam Pemberian Kredit Asing (2000)
Anjak Piutang Sebagai Pengganti Alternatif Pembiayaan Letter Of Credit Dalam Bidang Ekspor PT. KM (2000)
Penggunaan Informasi Laba Dan Arus Kas Untuk Memprediksi Laba Dan Arus Kas Untuk Memprediksi Laba Dan Arus Kas Di Masa Yang Akan Datang (2000)
Analisis Perlakuan Akuntansi Atas Akusisi Internal Dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Indofood Sukses Makmur (2000)
Peranan Laporan Keuangan Dalam Pengambilan Keputusan Kredit Oleh Beberapa Bank DKI Jakarta (2000)
Analisis Perlakuan Akuntansi Untuk Hedging Dalam Transaksi Valuta Asing (Studi Kasus PT. Truba Jurong Engineering (2000)
Analisa Pengaruh Akuntansi Sumber Daya Manusia Terhadap Laporan Keuangan Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. X) (2000)
Penilaian Kinerja Perusahaan Dengan Menggunakan Dasar Akuntansi Inflasi Konsep Tingkat Harga Umum (Study Kasus Pada PT. X (2000)
Kinerja Bank-Bank Bermasalah Yang Telah Go Public (2000)
Analisis Pengaruh Informasi Laba Akuntansi Terhadap Harga Saham Dan Volume Perdagangan Serta Pengujian Reaksi Pasar Dengan Menggunakan Indikator TVA Pada Perusahaan-Perusahaan Go Public Di BEJ (2000)
Brand Equity Produk Isolatip Sumitape Pada PT. Sumilindo Tape Industry (2000)
Analisa Laporan Arus Kas Sebagai Salah Satu Alat Bantu Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. X (2000)
Analisis Kinerja PT. X Dengan Menggunakan Analisis Rasio Dan Garis Trend (2000)
Peranan Analisa Laporan Arus Kas Sebagai Alat Untuk Menganalisa Dan Mengevaluasi Kontinuitas Operasi Perusahaan (2000)
Analisa Terhadap Penerapan PSAK No. 18 Mengenai Akuntansi Dana Pensiun Pada Dana Pensiun Bank Mandiri (Kelanjutan Dari Dana Pensiun Bank Bumi Daya ) (2000)
Pengaruh Analisa Laporan Arus Kas Terhadap Volume Lembar Saham Yang Di Perdagangkan Di Bursa Efek Jakarta (2000)
Alternatif Penilaian Persediaan Dalam Masa Inflasi Dan Pengaruhnya Terhadap Laba PT. M Auto Part Indonesia (2000)
Evaluasi Akuntansi Dana Pensiun Pada PT. Toyota Astra Motor (2000)
Perlakuan Akuntansi Aktiva Tetap Dan Pemilihan Metode Pemilihan Metode Penyusutan Yang Tetap Pada PT. X (2000)
Pengukuran Komprehesif Atas Strategi Modal Kerja Melalui Rasio Perdagangan (2000)
Analisa Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Pada PT. X (2000)
Perbandingan Metode Penilaian Persediaan Pada Perusahaan Retail (Studi Kasus Pada Hero Supermarket Tbk Dan Tops Supermarket) (2000)
Analisa Laporan Keuangan Dalam Kinerja Keuangan Pada PT. Iki Indah Kabel Indonesia Tbk Dan PT. Voksel Electric Tbk (2000)
Analisa Hubungan Antara Laporan Arus Kas Dengan Price-Earnings Ratio (2000)
Akuntansi Aktiva Biologikal Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Pengusahaan Hutan (2000)
Perlakuan Akuntasi Sumber Daya Manusia Dalam Upaya Pengukurannya Sebagai Aktiva (2000)
Evaluasi Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan Dan Pengaruhnya Terhadap Laba (2000)
Perbandingan Kinerja Berdasarkan Laporan Keuangan Konvensional Dengan Laporan Keuangan Yang Disesuaikan Dengan Tingkat Harga Umum Pada PT. Indofood Sukses Makmur (2000)
Analisa Perbandingan Akuntansi Konvensional Dengan Akuntansi Tingkat Harga Umum Pada Lapangan Keuangan PT. (Persero) Kimia Farma (1998-1999) (2000)
Dampak Penjabaran Laporan Keuangan Ke Dalam Mata Uang Asing Terhadap Rasio Laporan Keuangan Pada PT. Indah Kiat Pulp Dan Paper Tbk (2000)
Dampak Akuisisi Holding Company Terhadap Laporan Keuangan Subsidiaries (Studi Kasus PT. Indocement Tunggal Prakarsa Dan PT. Indofood Sukses Makmur Dan PT. Boga Sari Flour Mills (2000)
Penilaian Kinerja PT. Van Der Horst Indonesia ,Tbk Dengan Menggunakan Tehnik Analisa Laporan Keuangan (2000)
Hubungan Laba Bersih Dan Arus Kas Operasi Dengan Dividend Pada Perusahaan Industri Manufaktur Di Indonesia (2000)
Peranan Hedging Melalui Transaksi Forward Purchase Dan Swap Dalam Rangka Mengurangi Resiko Kerugian Kurs Valuta Aasing Di PT. Yasa Patria Perkasa (2000)
Biaya Operasional Dana Pensiun (2000)
Evaluasi Pengaruh Krisis Ekonomi Terhadap Kualitas Pendanaan Program Pensiun Dengan Analisis Gains Looses (2000)
Prospek Penerbitan Obligasi Pemerintah Daerah Sebagai Upaya Peningkatan Dana Pembangunan Daerah Di Indonesia (2000)
Kepentingan Relatif Sumber-Sumber Resiko Pada Sistem Asuransi Dan Pembentukan Modelnya (2001)
Hubungan Kandungan Informasi Laba Akuntansi Total Arus Kas Dan Komponen Arus kas Dengan Harga Saham Pada Perusahaan Industri Manufaktur Yang Go Publik Di BEJ (2001)
Manfaat Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Go Publik Di BEJ (2001)
Analisa Laporan Keuangan Terhadap Profil Struktur Hutang Dan Kinerja Perusahaan Real Estate Dan Property Di Indonesia Sebelum Krisis Dan Pada Saat Krisis (2001)
Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja PT. Agoda Rimba Irian (2001)
Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Bila Dibandingkan Dengan Rata-Rata Industri Tekstil Yang Go Public di BEJ (2001)
Analisis Kemampuan Laba Dan Arus Kas Untuk Memprediksi Laba Dan Arus Kas Satu Tahun Kedepan (2001)
Analisis Metode Penilaian Dan Sistem Pencatatan Persediaan Pada PT. Budi British Bahan Pangan (2001)
Analisa Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Pada PT. X (2001)
Akuntansi Untuk Foreign Exchange Dan Hedging (2001)
Evaluasi Pencatatan Dan Pelaporan Portofolio Pada Perusahaan Reksa Dana Terbuka (2001)
Analisa Penerapan Akuntansi SDM Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Pada PT. X (2001)
Perbandingan Penyajian Laporan Keuangan Antara Metode Tingkat Harga Umum Dengan Metode Konvensional Pada Kondisi Inflasi (Studi Kasus Pada PT. X) (2001)
Analisa Laporan Keuangan Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan (2001)
Analisis Hubungan Pertumbuhan Rasio Laporan Keuangan Dengan Prediksi Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan - Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Di BEJ (2001)
Penggunaan Informasi Keuangan Untuk Memprediksi Keuntungan Investasi Bagi Investor Di Pasar Modal (2001)
Evaluasi Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Beban Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Sesuai Dengan PSAK No. 35 (2001)
Analisa Kemungkinan Penerapan Akuntansi SDM Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan (2001)
Analisis Pengakuan Pendapatan Beban Pada Rumah Sakit Jiwa Pusat Jakarta (2001)
Analisis Laporan Keuangan Dikaitkan Dengan Akuntansi Inflasi Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Yang Lebih Akurat Pada PT. X ( 2001)
Penerapan Perlakuan Akuntansi Inflasi Atas Penyajian Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada PT X. (2001)
Analisis Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Peternakan PT. A (2001)
Penerapan Prinsip Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Jasa Konstruksi Pada PT. Konstruksi Dirgantara Berdasarkan PSAK No. 32 (2001)
Analisisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Pada PT. X (2001)
Penerapan PSAK No. 18 Meningkatkan Kredibilitas Informasi Keuangan Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Dana Pensiun X) (2001)
Analisis Penerapan Metode Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada PT. Pulomas Jaya (2001)
Analisis Tingkat Ketaatan Perusahaan Publik Mengungkapkan Faktor Keuangan Sesuai Dengan Regulasi Pasar Modal (2001)
The Way Of Treating The Accounting On Assets And The Effect On Financial Report At PT. Super Vulkanin Aditaya (2001)
Pengaruh Penurunan Mata Uang Rupiah Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada Hotel X) (2001)
Analisis Muatan Informasi Pada Laba Akuntansi Modal Kerja Dari Operasi Dan Arus Kas Dari Operasi Bagi Investor Di BEJ (2001)
Analisa Kemungkinan Penerapan Tingkat Harga Umum Pada Laporan Keuangan Dan Dampaknya Terhadap Kinerja PT. X (2001)
Penerapan Perlakuan Akuntansi Inflasi Atas Penyajian Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada PT. X) (2001)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba Pada Perusahaan Go Public Di Indonesia (Periode Jan 1997-Sept 2000) (2001)
Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Salah Satu Alat Bantu Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. Duta Permata Murni.(2001)
Analisis Perlakuan Akuntansi Dan Pengakuan Pendapatan Pembiayaan Murabahah Di PT. Bank Syariah Mandiri (2001)
Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap Dan Penerapan Metode Depresiasi Pada PT. Yodya Karya (2001)
Perlakuan Akuntansi Persediaan Obat-Obatan Dan Alat-Alat Kesehatan Serta Pengaruhnya Terhadap Neraca Dan Laporan Laba Rugi Pada Rumah Sakit Pusat Pertamina (2001)
Analisa Laporan Arus Kas Dalam Menilai Kinerja Keuangan PT. Lion Metal Works Tbk (2001)
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Dengan Analisa CAMEL (Studi Kasus Pada PT. Bank Yudha Bhakti) (2001)
Analisis Pengaruh Laba Bersih Terhadap Harga Saham Dan Volume Perdagangan Saham Perusahaan Go-Public Di Bursa Efek Jakarta (2001)
Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja PT. X Dibandingkan Dengan Rata-Rata Industri (2001)
Penyajian Laporan Keuangan Akibat Perubahan Kebijakan Akuntansi PT. X (2001)
Perbedaan Pengaruh Tingkat Profitabilitas Atau Arus Kas Terhadap Volume Penjualan Saham Pada Perusahaan Go Public Di BEJ (2001)
Perlakuan Akuntansi Selisih Kurs Atas Pembelian Aktiva Tetap Dan Pengaruhnya Terhadap Laba Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. X ) (2001)
Perbandingan Antara Akuntansi Sumber Daya Manusia Dengan Akuntansi Konvensional Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada PT. X ) (2001)
Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Pada PT. X (2001)
Analisis Pengakuan Pendapatan Dan Beban Serta Dampaknya Terhadap Laba Perusahaan Real Estate PT. Mega Mustika Gemilang (2001)
Penerapan PSAK No. 18 Mengenai Akuntansi Dana Pensiun Terhadap Laporan Keuangan Dana Pensiun (Studi Kasus Pada PT. Krakatau Steel) (2001)
Analisa Laporan Keuangan Untuk Memproyeksikan Kinerja Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. Angsa Daya) (2001)
Kemampuan Laba Dan Arus Kas Dalam Memprediksi Laba Dan Arus Kas Masa Depan (2001)
Analisis Penetapan Akuntansi SDM Dan Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan Dan Kinerja Perusahaan (2001)
Analisa Cashflow Sebagai Dasar Pemilihan Program Pensiun Pada Dana Pensiun Bank Mandiri (2001)
Analisa Kecukupan Pendanaan Dana Pensiun Menggunakan Metode Multi Diskriminan (2001)
Analisa Kemampuan PT. Astra Agro Lestari Tbk Relatif Terhadap Industri Agro Dalam Memenuhi Kewajiban Pendanaannya (2001)
Besaran Initial Abnormal Return Dan Perilaku Saham Perdana Pada Emisi Saham Perdana Periode 1998-2000 (2001)
Kinerja Market Timing Reksadana Di Indonesia (2001)
Penerapan Risk Based Capital (RBC) Pada Program Pensiun (Study Kasus Pada Dana Pensiun XYZ) (2001)
Evaluasi Kinerja Financial Citibank Di Indonesia (2001)
Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Penentuan Peringkat Tingkat Kesehatan Perusahaan (Studi Kasus Pada Bumn X) (2002)
Analisa Pengakuan Pendapatan Dan Beban Pada Perusahaan Property (Studi Kasus Pada PT. Jaya Real Property Tbk ) (2002)
Analisis Perlakuan Akuntansi Leasing Dan Penarikan Objek Lease Oleh PT. Swadharma Indotama Finance Sebagai Pihak Lessor (2002)
Analisa Pengakuan Pendapatan Terhadap Jasa Konsultasi Pada PT. Sucofindo Prima International Komsultan Dari Sudut PSAK No. 23 (2002)
Analisis Pengaruh Employee Stock Option Plan (ESOP) Terhadap Earning Per Share (EPS) Pada PT. Astra Graphia Tbk (2002)
Penilaian Kinerja Keuangan Bank Untuk Mengindikasi Gejala Financial Distress (2002)
The Competitive Analysis Of Revenue And Expenses Recognition And Income Statement Reporting Between Syariah Bank And Conventional Bank (Case Study At Syariah Mandiri Bank And Universal Bank) (2002)
Analisa Model Z-Score Altman Untuk Mengindikasi Gejala Financial Distress (Studi Kasus Pada PT. Sumarecon Agung Tbk) (2002)
Hubungan Antara Kinerja Keuangan Dengan Harga Saham (Studi Kasus Pada PT. Unilever Indonesia Tbk) (2002)
Tinjauan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia Terhadap Penerapan Successfull Effort Pada PT. Caltex Pacific Indonesia (2002)
Analisis Laporan Keuangan Dengan Menggunakan Rasio Camel Dan Metode Altman Sebagai Alat Tukar Untuk Memprediksi Tingkat Kegagalan Usaha Pada Bank Niaga , Bank Universal Dan Bank Mega (2002)
Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk Periode 1997-2000 Dibandingkan Dengan Rata-Rata Industri Semen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta (2002)
Analisis Efektivitas Penggunaan Modal Kerja Dalam Menghasilkan Laba Usaha Pada PT. PBM Andhini Nugraha (2002)
Analisa Laporan Keuangan Guna Menilai Kinerja Hotel X (2002)
Hubungan Laporan Arus Kas Dengan Kinerja Keuangan PT. Andhi Chandra Automotive Products Tbk (2002)
Analisa Pengaruh Kebijakan Perlakuan Selisih Kurs Dalam Laporan Keuangan Terhadap Laba Pada Perusahaan PT. Nippress Tbk (2002)
Pengaruh Akuntasi Inflasi Terhadap Analisa Laporan Keuangan Dalam Rangka Pemberian Kredit Bank (Studi Kasus Pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero ) Tbk) (2002)
Analisa Pengaruh Rasio Laporan Arus Kas Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Pada Perusahaan Industri Semen Yang Sudah Go Public (2002)
Penerapan Akuntansi Perbankan Syariah Dalam Produk Pembiayaan Bagi Hasil Sebagai Upaya Mengatasi Masalah Pada Pembiayaan Bank-Bank Konvensional (Kredit) (2002)
Perlakuan Akuntasi Selisih Kurs Pada Laporan Keuangan PT. XYZ (2002)
Analisis Pengaruh Pemecahan Saham Terhadap Harga Saham Dan Volume Perdagangan Saham (Studi Kasus : Perusahaan Yang Go Public Di BEJ) (2002)
Analisis Hubungan Antara Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Dengan Struktur Modal Dan Tipe Kepemilikan (Studi Kasus Perusahaan Yang Go Publik Di BEJ) (2002)
Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Alat Ukur Efektivitas Kinerja Keuangan PT. X (2002)
Evaluasi Perlakuan Akuntansi Untuk Persediaan Barang Dagangan Sesuai Dengan Permintaan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK ) No. 14 Dan Pengaruhnya Terhadap Laba Pada PT. X (2002)
Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Salah Satu Alat Bantu Alat Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. X (2002)
Analisa Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja PT. Timah Dibandingkan Dengan Rasio Keuangan Rata-Rata Industri Pertambangan (2002)
Analisis Pengakuan Pendapatan Dan Beban Serta Pengaruhnya Terhadap Laporan Laba-Rugi Perusahaan Asuransi Kerugian (Studi Pada PT. X) (2002)
Analisis Implementasi Pajak Tangguhan Pada PT. X (2002)
Analisa Dampak Penerapan Beberapa Metode Penyusutan Terhadap Nilai Buku Aktiva Tetap Berwujud Dan Laba Perusahaan (2002)
Analisa Kinerja Keuangan Perusahaan Untuk keputusan Pemberian Kredit (Studi Kasus Pemberian Kredit Oleh Bank X Kepada PT. A) (2002)
Analisis Laporan Arus Kas Untuk Pengambilan Keputusan Investasi Pada PT. X (2002)
Akuntansi Penyusutan Terhadap Aktiva Tetap Berwujud (Studi Kasus PT. Beton Perkasa Wijak Sana) (2002)
Analisa Laporan Arus Kas Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT. X Tbk Dibandingkan Dengan Kinerja Industri Tekstil (2002)
Pengaruh Informasi Laporan Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Go Public Yang Sahamnya Aktif Di BEJ (2002)
Pengaruh Kebijakan Piutang Dagang Terhadap Tingkat Likuiditas Dan Rentabilitas (Studi Kasus Pada PT. AW Faber Castell ) (2002)
Analisis Perataan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Telah Terdaftar Di BEJ (2002)
Analisa Hubungan Antara Laba Akuntansi Dan Komponen Arus Kas Dengan Harga Saham (Studi Kasus 10 Perusahaan Makanan Dan Minuman Di BEJ) (2002)
Analisa Hubungan Antara Laba Bersih Dan Arus Kas Koperasi Terhadap Dividend Kas Pada 10 Perusahaan Yang Tercatat Di BEJ (1998 1999) (2002)
Peranan Rasio Keuangan Sebagai Suatu Alat Untuk Menilai Kondisi Keuangan Dan Kinerja Perusahaan Pada PT. Varuna Tirta Prakasya (2002)
Analisa Hubungan Antara Laba Bersih Dan Arus Kas Koperasi Terhadap Dividend Kas Terhadap 10 Perusahaan Yang Tercatat Di Bursa Efek Jakarta 1998-2000 (2002)
Analisis Hubungan Pertumbuhan Rasio Laporan Keuangan Dengan Prediksi Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan-Perusahaan Go Publik Yang Terdapat Di BEJ (2002)
Analisa Hubungan Antara Laba Akuntansi Dan Komponen Arus Kas Dengan Harga Saham (2002)
Perlakuan Akuntasi Pengakuan Pendapatan Atas Pembiayaan Masyarakat Dan Dampaknya Atas Laba Di Bank Syariah Mandiri (2002)
Evaluasi Perlakuan Akutansi Aktiva Tetap Pada PT. Indosat Tbk Jkt (2002)
Analisa Metode Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Jasa Konstruksi Dan Dampaknya Terhadap Pelaporan Laba Perusahaan (Studi Kasus Pada PT. X ) (2002)
Pengaruh Analisa Fundamental Dan Ratio Solvabilitas Terhadap Harga Saham Sektor Asuransi Kerugian Di Bursa Efek Jakarta (2002)
Analisis Camel Untuk Menilai Tingkat Kesehatan Bank (2002)
Analisis Pengaruh Pemecahan Saham Terhadap Harga Saham Volume Perdagangan Saham (Studi Kasus Perusahaan Yang Go Public Yang Terdaftar Di BEJ ) (2002)
Pengaruh Krisis Moneter Terhadap Efisiensi Perusahaan Publik Di BEJ Pada Sektor Industri Makanan Dan Minuman , Indutri Tekstil Dan Garmen Dan Industri Besi Dan Baja (2002)
Perlakuan Akuntansi Selisih Kurs Dan Pengungkapanya Pada Laporan Keuangan (Studi Pada PT. Astra International Tbk) (2002)
Analisa Pengakuan Pendapatan Dan Beban Serta Dampaknya Terhadap Laba Perusahaan Asuransi Kerugian (Studi Kasus Pada PT. Asuransi Berdikari) (2002)
Pengaruh Pengumuman Dividend Terhadap Return Dan Volume Perdagangan Saham Di BEJ (2002)
Analisa Perlakuan Akuntansi Perminyakan (Studi Kasus Pada KPS Di PT. X ) (2002)
Kemungkinan Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja Alternatif Pada SBU Garuda Auratic Training (2002)
Pengaruh Arus Kas Pada Volume Perdagangan Saham Di BEJ Dengan Studi Kasus Pada Lima Perusahaan (2002)
Hubungan Kandungan Informasi Total Arus Kas, Komponen Arus Kas Dan Laba Akuntansi Dengan Harga Dan Return Saham (2002)
Penerapan Akuntansi Sosial Ekonomi Pada PT. X (2002)
Penentuan Eksposur Dan Pengukuran Kinerja Reksadana Berdasarkan Style Analysis (2002)
Perlakuan Akuntansi Persediaan PT. XYZ (2003)
Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perataan Laba Pada Perusahaan Industri Manufaktur Di Indonesia (2003)
Analisis Perlakuan Akutansi Penilaian Persediaan Dan Pengaruhnya Terhadap Laba Serta Kesesuaiannya Dengan PSAK No. 14 Pada PT. Panarub Industry (2003)
Analisa Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada Bank-Bank Pemerintah (2003)
Hubungan Kandungan Informasi Laba Akuntansi , Total Arus Kas Dan Komponen Arus Kas Dengan Harga Saham Pada Perusahaan Industri Manufaktur Yang Go Publik Di BEJ (2003)
Analisis Perlakuan Akuntansi Investasi Jangka Panjang Recap Bonds Pada Bank X Dan Kesesuaianya Dalam PSAK No. 13 ,PSAK No. 31 Dan PSAK No. 50 (2003)
Analisa Pengaruh Informasi Laba Akuntansi Terhadap Harga Saham Dan Volume Perdagangan Saham (2003)
Analisa Reaksi Pengumuman Saham Bonus Terhadap Harga Serta Volume Perdagangan Saham (Studi Kasus Di BEJ 1997-2001) (2003)
Penerapan Perlakuan Akuntansi Tingkat Harga Umum Terhadap Laporan Dan Rasio Keuangan (2003)
Analisis Pengaruh Kebijakan Piutang Dagang Terhadap Tingkat Likuiditas Dan Profitabilitas Pada PT. Permorin (2003)
Hubungan Laba Bersih Dan Arus Kas Operan Dengan Dividend Kas Pada Perusahaan Industri Manufaktur Th. 1998 - 2000 (2003)
Pengaruh Efektivitas Penggunaan Dana Terhadap Profitabilitas PT. Telkom (2003)
Analisa Kebijaksanaan Penjualan Dan Kebijaksanaan Kredit Dalam Kaitanya Dengan Piutang Dagang (Studi Kasus PT. X) (2003)
Pemanfaatan Leasing Sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Non Modal Sendiri (2003)
Analisis Kinerja Operasi Sebuah Perusahaan Kontraktor Production Sharing (KPS) X (2003)
Analisis Kinerja Keuangan PT. Gudang Garam Tbk. Dibandingkan Dengan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Dan PT. Bentoel Internasional Investama Tbk. (2003)
Penerapan perlakuan akuntansi tingkat harga umum terhadap laporan dan rasio keuangan (studi kasus pada PT X) (2003)
Hubungan laba bersih dan arus kas operasi dengan dividen kas pada perusahaan industri manufaktur tahun 1998- 2001(2003)
Analisis laporan keuangan dengan menggunakan rasio Camel dan Metode Altman untuk memprediksi tingkat kebangkrutan pada Bank Negara Indonesia, Bank Central Indonesia, bank Danamon, Bank Internasional Indonesia, dan Bank niaga (2003)
Analisa laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan pada Bank- Bank Pemerintah (2003)
Analisis pengaruh pengumuman bond rating terhadap harga saham perusahaan di bursa efek Jakarta (2003)
Analisa akuntansi persediaan dan pengaruhnya terhadap laba perusahaan sesuai dengan PSAK no 14 (2003)
Pengaruh efektivitas pembangunan dana terhadap profitabilitas PT Telkom (2003)
Metode pengawasan Bank Inndonesia terhadap bank Syariah (2003)
Analisis pemilihan metode akuntansi persediaan berdasarkan persediaan Hipotesis (2003)
Penerapan akuntansi perminyakan untuk biaya eksplorasi pengembangan dan produksi pada industri minyak dan gas bumi (studi kasus pada KPS X) (2003)
Metode penilaian persediaan untuk mencapai laba optimal bagi perusahaan LEVIS(2003)
Analisa Faktor - fFaktor yang mempengaruhi pendapatan laba pada perusahaan Industri di Indonesia (2003)
Hubungan stress kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada PT Radio Trijaya Shakti di Jakarta (2003)
Analisis laporan kas sebagai alat untuk ukur kinerja keuangan perusahaan (studi kasus Pt (persero) Asuransi Kesehatan Indonesia (2003)
Hubungan laba bersih dari arus kas opersi dengan pada perusahaan industri manufaktur yang go publk di Bursa Efek Jakarta (2004)
Pengaruh perubahan laba akuntansi terhadap perubahan harga saham pada perusahaan perdagangan (who sale dan retail) di Bursa Efek Jakarta (2004)
Analisis perlakuan akuntansi pemerintahan dibandingkan dengan PSAK no 29 dan Kontribusinya terhadap penerimaan Negara (studi kasus pada PT X) (2004)
Pengaruh perubahan dividen kas terhadap future earnings (analisis pada perusahaan di Bursa Efek Jakarta)-(2004)
Pengaruh rasio pengambilan investasi (ROI) rasio hutang dan margin laba operasi terhadap peningkatan obligasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (2004)
Analisa penerapan konsep EVA sebagai ADDED APPROACH di samping rasio keuangan untuk menilai kinerja PT Jembo Cable Company, Tbk (2004)
Dampak pengumuman Bond Rating terhadap perubahan harga saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta (2004)
Menilai tingkat kesehatan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk periode 2001-2003 penerapan analisis Camel (2004)
Analisis pengaruh laba akuntansi dan laba tunai terhadap dividen kas (pada perusahaan industri barang konsumen di BEJ ) (2004)
Analisis pengaruh laba akuntansi dan komponen arus kas terhadap harga saham pada industri property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (2001-2002) (2004)
Penggunaan informasi keuangan untuk memprediksi laba dan arus kas bagi investor di pasar modal (analisis terhadap emiten dalam kelompok industri barang konsumsi di BEJ ) (2004)
Sistem pelaporan akuntansi (Aziz( studi kasus pada yayasan dompet Dhuafa Republika, pos keadilan peduli umat dan baitul maal muamalat ) (2004)
Analisis pengaruh pengumuman Bond Rating terhadap harga dan volume perdagangan saham perusahaan di Bursa Efek Jakarta (2004)
Hubungan antara tingkat solvabilitas dan struktur modal dengan profitabilitas pada perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (periode 2000- 2002) (2004)
Analisis pemilihan metode akuntansi untuk merger PAN akusisi terhadap volume perdagangan saham perusahaan Publik Indonesia(2004)
Penggunaan Basic Akrual dalam laporan keuangan pemerintah daerah kota Semarang (2004)
Analisis hubungan antara laba akuntansi dan laba tunai terhadap deviden kas (studi kasus : Perusahaan Properti yang go publik di Jakarta) (2004)
Analisis pengaruh pengumuman saham bonus terhadap volume perdagangan saham tahun 1999- 2002 suatu event studi kasus pada perusahaan di Bursa Efek Jakarta (2004)
Analisis rasio keuangan untuk mengukur kinerja pada koperasi pelita depnaker (2005)
Penerapan PSAK no 12 mengenai akuntansi dana pensiun pada laporan keuangan dana pensiun Astra tahun 2003 (2005)
Analisis pengaruh kebijakan piutang dagang terhadap tingkat likuiditas dan profitabilitas pada PT Permorin (2005)
Mekanisme Transaksi Anjak pitang dan perlakuan Akuntansi nya pada Perusahaan Anjak Piutang(1993)
Pengaruh undang-Undang dana Pensiun Terhadap Optimalisasi Keputusan Investasi Potofolio Suatu Dana Pensiun Serta Perlakuan Akuntansi Atas Investasi jangka Panjang Yang dilakukan dana Pensiun(Studi Kasus dana Pensiun Krakatau Steel) (1993)
Analisa Akuntansi Persediaan dan Pengaruhnya terhadap Laba Perusahaan Sesuai dengan PSAK No 14 (2003)
Metode Pengawasan Bank Indonesia Terhadap bank Syaiah(2003)
Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan Berdasar kan Ricardian Hipotesis (2003)
Penerapan Akuntansi Permintaan Untuk Biaya Emplurasi Pengembangan Produksi Pada Industri Minyak dan Gas Bumi (Studi kasus Pada KPS X) (2003)
Metode Penilaian Persediaan Untuk Mencapai Laba Optimal Bagi Perusahaan LeviĆ¢€™s (2003)
Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perataan Laba Pada Perusahaan Industri Jaya Indonesia (2003)
Analisis Pengaruh Kebijakan Piutang Dagang Terhadap Tingkat Likuiditas dan Profitabilitas Pada Pt Permorin(2003)
Analisis Manfaat Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Pertumbuhan Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEJ (2003)
Analisis Pemilihan Metode Akuntansi untuk Merger dan Akusisi Terhadap Volume Pedagangan Saham Perusahaan Publik Indonesia (2004)
Pengaruh Keputusan Merger dan Akusisi Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Publik Di Indonesia (2004)
Analisis Laporan Keuangan Untuk Mengukur kinerja keuangan PT. Hanjaya Mandala Sampurna, Tbk (2004)
Analisa atas Laporan Keuangan PT. Krakatau Steel Untuk Mengukur Tingkat Kesehatan Perusahaan (2004)
Pengaruh Financial LeverageOperating Leverage dan firm Size Terhadap resiko Sistemetik (2004)
Analisis Perbedaan EAS dan EPS Per Serta PBV pada Perusahaan Yang Melakukan Pemecahan saham dan Yang Tidak Melakukan Pemecahan saham pada Industri Keuangan (2004)
Analisa Lapoan Arus Kas untuk Menilai Kinerja Perusahaan (Studi Kasus pada PT. Kedaung Indah (2004)
Studi Empiris Terhadap Kecepatan reaksi pasar Atas Pengmuman Laba (2004)
Kemampuan rasio Keuangan Dalam Memprediksi Laba (Penetapan Rasio Keuangan Sebagai Administrator) (2004)
Penggunaan Basic Akrual dalam Laporan keungan Pemerintah daerah Kota Semarang (2004)
Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Perataan laba pada Perusahaan Propety Yang Terdafta Di BEHJ (2005)
Analisa Pengaruh Keputusan Merger Dan Akusisi (MGA) Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Manufaktur Di BEJ Peiode 1997-2002 (2005)
Hubungan Antara rasio Profitabilitas dengan Nilai Tambah Ekonomis Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan Makanan Dan Minuman yang terdapat Di BEJ (2005)
Pengaruh Pengumuman Merger Terhadap Return saham Perusahaan Akuisitor Dan Non Akuisitor dalam Industri Perbankan (2005)
Analisa Pengaruh Keputusan Merger Dan Akusisi (MGA) Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Manufaktur Di BEJ Peiode 1997-2002 (2005)
Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Perataan laba pada Perusahaan Propety Yang Terdafta Di BEHJ (2005)
- Analisis Kebijakan Piutang Usaha Untuk Meningkatkan Likuiditas (studi Kasus Pada PT. Arthaloka Indonesia (2007)
Analisis Pengaruh Arus Kas Operasi dan Laba Terhadap Tingkat Keuntungan Saham Perusahaan pada LQ 45 pada BEJ Periode tahun 2001-2004 (2007)
Hubungan Antara Laba Bersih dan Arus Kas Operasi dengan Deviden Kas pada Perusahan Manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007)
Aplikasi Accrual Basis dan Cash Basis Akutansi Piutang Murahbahah di BPR Syariah Risallah Ummat (2007)
Analisa Laporan Keuangan Sebagai Alat Untuk Memprediksi Delisting Perusahaan (2007)
Analisis Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan- Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar Di BEJ (2007)
Analisis Hubungan Antara Financial Leverage Intensitas Modal dan Skala Perusahaan dgn Profitabilitas Perusahaan Manufaktur yang GO pUblic tahun 2000-2003 (2007)
Analisa Pengumuman Saham Bonus Terhadap Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan yang Tercatat di BEJ (2007)
Pengakuan Pendapatan Dan Beban pada Hotel Horison (Studi kasus Hotel Horison Bekasi (2007)
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Ketepatan waktu Pelaporan Keuangan dan Earnings Response Coeeficient (ERC) pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ tahun 2002-2005 (2007)
Analisa Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Manajemen aba dan Kualitas laba pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar Di BEJ (2007)
-Penerapan PSAK no 18 Mengenai Akuntansi dana Pensiun terhadap Laporan Keuangan Dana Pensiun (2007)
-Dampak Pengumuman Bond Rating Terhadap Perubahan Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di BEJ (2007)
-Analisis Perlakuan Akuntansi Transaksi Sewa Guna Usaha dan Pelaporanya di Tinjau dari Sisis Lessor (2007)
-Penilaian Kinerja pada Industri Elektronik dan Perlengkapan Kantor dengan Menggunakan Sistem Dupont di Bandingkan Dengan Metode EVA (2007)
-Analisis Pengaruh Rasio Laporan Arus Kas dengan profitabilitas Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Pada Perusahaan Makanan dan Minuman di BEJ (2007)
-Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham dengan Menggunakan Rasio Keuangan (pada Perusahaan Consumer Goods Industry yang terdaftar di BEJ (2007)
-Analisis Pengaruh Rasio Leverage Likuiditas rasio Profitabilitas dan porsi saham Publik terhadap Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEJ (2007)
-Analisis Kebangkrutan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya Menggunakan Metode 2 Score Altman Pada Perusahaan Consumer Good yang Terdaftar di BEJ (2007)
-Hubungan Informasi Arus Kas dan Laba Akuntansi dengan Return Saham (2007)
-Analisis Penerapan Murabahah (Jual-Beli) dan Perlakuan Akuntansi Murabahah Untuk pembiayaan Konsumtif (Studi Kasus pada bank Syariah Mandiri) (2007)
-Analisis Free Cash Flow dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Kebijakan Hutang pada Perusahaan manufaktur yang Terdafytar di BEJ (2007)
-Perlakuan Akuntansi Letter of Credit pada Bank Syariah (studi kasus pada Bank Syariah Mandiri) (2007)
-Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dalam Pemilihan Metode Depresiasi pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bej (2007)
-Analisis Faktor- faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan pada Perusahaan Manufaktur di BEJ (2007)
-Pengaruh Perubahan Informasi Arus Kas dan Laba Akuntansi Terhadap Return Saham Pada Industri Perbankan yang terdaftar di BEJ (2007)
-Analisis Pengaruh Penerapan Metode Akuntansi Persediaan Terhadap Earning Price Ratio pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ 2001-2005 (2007)
-Sistem Banding Atas Pelaksanaan Pencatatan dan Pengakuan Premi Serta Pelaporan asuransi Jiwa Pada Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah (2007)
-Pengaruh Modal Kerja Pada Profitabilitas Pereusahaan (2007)
-Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan (2007)
-Analisa Pengaruh Antara Laba Akuntansi Dan Laporan Arus Kas Terhadap Harga Saham Di BEJ pada Perusahaan Metal Products Yang Terdaftar di BEJ (2007)
-Analisa Pengaruh Informasi Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga saham periode 2002-2004 (2007)
-Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Tingkat Bagi Hasil simpana Murabahah Bank Syariah pada Bank Muamallat (2007)
-Studi Tentang Indikasi Manajemen Laba pada Perusahaan Perdana Saham Perusahaan Publik di Indonesia (2007)
-Hubungan Antara Rasio Profitabilitas Dengan Nilai Tambah Ekonomis dalam Kinerja Keuangan Perusahaan (2007)
-Analisa Kinerja Bank Devisa dan bank Non Devisa di Indonesia (2007)
-Analisa Hubungan Informasi Laba akuntansi Total Arus Kas dan Komponen Arus Kas Dengan Harga Saham (2007)
-Analisis Pengaruh Corporate Governance terhadap Kinerja Perusahaan (2007)
-Analisa manfaat Rasio Keuangan dalam memprediksi Pertumbuhan Laba (studi Kasus pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEJ ) (2007)
-Analisa Perbandingan Kinerja antara bank Syariah mandiri dengan Bank Muamallat dengan rasio Camel (2007)
-Analisa Pengaruh Pemecahan saham terhadap Harga saham dan Volume Perdagangan (2007)
-Analisis terhadap Penerapan PSAK no 18 Mengenai Akuntansi Dana Pensiun pada PT.X (2007)
-Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Penentuan Peringkat Kesehatan Parusahaan (studi kasus pada BUMN ) ( 2007)
-Analisi Kondisi Keuangan Perusahaan manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ pada masa Krisis dan Masa Sesudah Krisis (2007)
-Profil Kinerja Berdasarkan Analisa Rasio Keuangan Perusahaan Industri Roko yang Terdaftar di BEJ (2007)
-Analisis Pengaruh Metode Akuntansi Persediaan Leverage dan Company size Terhadap Price Earning Ratio (2007)
-Analisa Pengakuan Pendapatan dan Beban Perusahaan re asuransi dibandingkan Dengan PSAK no 28 tentang asuransi Kerugian (Studi Kasus pada PT.RE.Asuransi Nasional Indonesia (2007)
-Analisis Pengaruh Return on assets Return On Equity dan Earning Per Share terhadap Return Saham Perusahaan Industri KImia dan Konsumsi yang terdapat di BEJ (2007)
-Perbandingan Kinerja Perbankan Pemerintah dan Swasta nasional Indonesia (2007)
-Manajemen dan Akuntansi Dana Bank (studi kasus pada Bank Negara Indonesia) (2007)
-Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Pendanaan dan Pengaruh Bersama Beban Bunga Return on Assets terhadap Rentabilitas Modal Sendiri (2007)
-Analisis Pengaruh Arus Kas Akrual dan Perataan Laba Terhadap Pemerataan Obligasi pada Perusahaan yang Terdaftar Di BEJ (2007)
-Faktor- Faktor yang Berpengaruh Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Studi Empiris di Bej (2007)
-Analisis total akrual pada Kecepatan Earning Adjustment selama dan Setelah Krisis Moneter (2007)
-Analisa perbedaan Earning Earning per Share, Present Book Value dan price earning ratio Sebelum dan sesudah Stock Split (2007)
-Analisis Pengaruh Economic Valu Added,Residual Income earning dan Arus Operasi Terhadap return yang Di Terima Oleh Pemegang saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ (2007)
-Analisis PEmilihan metode Akuntansi Persediaan Berdasarkan Ricardian Hipotesis (2007)
-Faktor- faktor Yang Mempengaruhi Kecendrungan Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan dan Pengaruh Mode Akuntansi Persediaan Terhadap Earning Price Ratio (2007)
-Analisis Faktor- Faktor yang Berpengaruh terhadap Pemilihan Metode depresiasi untuk Aktiva Tetap Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007)
-Analisi Kinerja Perusahaan dengan Metode EVA pada INdustri Jasa Komputer dan Perangkatnya pada Periode 1999-2002 (2007)
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Deviden Payout Ratio pada Industri manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007)
Analisis Pengaruh Pengumuman Laba Akuntansi Terhadap Perubahan Harga Saham Perbankan yang Terdaftar Di BEJ (2007)
Analisis Laporan Keuangan dengan Menggunakan rasio Comel untuk Menilai Tingkat Kesehatan Bank (Studi kasus PT BANK X (Perseo), Tbk (2007)
Analisis Pengaruh profitabilitas Industri, rasio Leverage Keuangan tertimbang Intensitas Modal Tertimbang dan Pangsa Pasar Terhadap ROA dan ROE Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEJ (2007)
Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan laporan Keuangan pada Perusahaan Industri yang Terdaftar Di BEJ (2007)
Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar Di BEJ (2007)
Pengaruh Hedging Terhadap Posisi Hutang Perusahaan akibat Fluktuasi Nilai Tukar Pada PT BIRU AND SONS (2007)
Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan dan Pengaruh nya terhadap Earning Price Ratio (2007)
Analisis Hubungan Antara Rasio Profitabilitas dengan EVA dalam Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan (suatu Kajian Terhadap emiten Wholesale dan Retail Pada PT BEJ (2007)
Pengaruh Free Cash Flow Terhadap Hutang (2007)
Pengaruh Kepemilikan Manajemen dan Kepemilikan Instutioanal terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan (studi Kasus Pada Perusahaan Manufakur yang Terdaftar di BEJ (2007)
Analisi Rasio Keuangan Sebagai Alat untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Makanan dan Minuman periode 2002-2004 (2007)
Analisis Laporan Keuangan Dengan Menggunakan rasio Camel dan Metode Altman sebagai Alat untuk Memprediksi financial Distress Pada Sektor Perbankan yang Melakukan Penggabungan Usaha (2007)
Analisis faktor- faktor yang Berpengaruh Pada Tingkat Underpriced pada Penawaran Perdana (2007)
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007)
Mekanisme Good Corporate Governance Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan Manufaktur di BEJ periode 2002-2006 (207)
Analisi Kinerja keuangan dan kemahalan Harga Saham Pada Perusahaan yang Melakukan Pemecahan Saham (2007)
Analisis Perbandingan Relevansi Nilai Antara Net Income dan Cash Flow Terhadap Siklus Hidup Perusahaan (2007)
Pengaruh Kinerja keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi Di BEJ (2007)
Analisa Hubungan Laba Akuntansi dan Laba Tunai Terhadap deviden Kas (2007)
ANALISA TINGKAT KESEHATAN BANK DAN LUAS PENGUNGKAPAN PERISSTIWA SETELAH TANGGAL NERACA PADA LAPORAN TAHUNAN DI BEJ (2007)
Analisis penerapan metode Akuntansi Persediaan dan Pengaruh nya Terhadap market Value pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar DI BEJ (2007)
STUDI TERHADAP PENGUKURAN KINERJA AKUNTANSI PERUSAHAAN PROSFEKTOR DAN DEFENDER DAN HUBUNGANYA DENGAN HARGA SAHAM (ANALYSIS DENGAN PENDEKATAN LIFE CYCLE THEORY (2007)
aNALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN SOSIAL PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan Profitabilitas Debt To Equioty Opini Audit dan Reputasi Auditor Terhadap Ketidaktepatan waktu Pelaporan Keuangan pada Perusahaan yang Terdaftar DI BEJ (2007)
Analisis Hubungan Antara Laba Akuntansi dan Laba Tunai Dengan Deviden Kas (perusahaan perbankan Yang telah Go Publik Di Bej 2002-2003 (2007)
Analisa Laporan Keuangan Akuntansi Konvensional dan Akuntansi Sumber Daya Manusia (studi Kasus Pada PT Pupuk Kujang (2007)
Analisis Penerapan Metode Akuntansi persediaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEJ (2007)
Analisis Faktor-fakktor yang Berpengaruh Terhadap Ketepatan waktu Pelaporan Keuangan (2007)
Pengaruh informasi arus kas operasi dan penyesuaian akrual terhadap Unexpected Trading ,volume Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEjJ (2007)
ANALISIS EFEKTIVITAS PERANAN KOMITE AUDIT DALAM PENGELOLAAN PERUSAHAAN (2007)
ANALISIS PENGARUH ARUS KAS AKRUAL DAN PERATAAN LABA TERHADAP PENINGKATAN OBLIGASI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
PENGARUH STRUKTUR CORPORATE TERHADAP NILAI DAN KINERJA PERUSAHAAN (2007)
ANALISIS MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE AGENCY COST DAN NILAI PERUSAHAAN (2007)
PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN FREE CASH FLOW TERHADAP KEBIJAKAN UTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANASLISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MEMPPREDIKSI DELISTING PERUSAHAAN , PADA PERUSAHAAN LISTING DAN DELISTING YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
PENGARUH PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ (2007)
ANALISA PREDIKSI LABA MASA MENDATANG LABA DAN ARUS KAS PADA KONDISI PEREKONOMIAN NORMAL DAN TIDAK NORMAL (2007)
ANALISA HUBUNGAN KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN TAHUNAN DENGAN TINGKAT LIKUIDITAS SOLVABILITAS UKURAN PERUSAHAAN DAN JENIS INDUSTRI PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM DEVIDEN PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
PENGARUH KINERJA PERUSAHAAN DAN KINERJA PASAR TERHADAP HARGA SAHAM (2008)
PENGARUH MANAJEMEN LABA PADA NILAI DAN KINERJA PERUSAHAAN IPO YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
PREDIKSI KONDISI FINANCIAL OKTRES PERUSAHAAN YANG GO PUBLIK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN MODEL Z SCORE ALTMAN (2007)
PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP RENTABILITAS MODAL SENDIRI PADA INDUSTRI TEXTIL YANG TERDAFTAR DI BEJ PASCA PUNCAK KRISIS EKONOMI (2007)
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN METODE FIFO DAN WEIGHTED AVERAGE DALAM AKUNTANSI PERSEDIAAN TERHADAP PRICE EARNING RATIO (2007)
PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN YANG GO PUBLIK PERIODE 2005-2006 (2008)
Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan sosial perusahaan (pada perusahaan yang terdaftar di BEJ (2008)
ANALISA KINERJA KEUANGAN BANK SEBELUM DAN SESUADAH MERGER DENGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN (2007)
ANALISIS KETAATAN EMITEN TERHADAP ATURAN BOARD GOVERNANCE DAN PENGARUH NYA DENGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIK DI BEJ (2007)
ANALISIS RASIO KEUANGAN DAN POTENSI KEGAGALAN USAHA PADA PT.INDOSAT Tbk PERIODE 2002-2005(DIBANDINGKAN DENGAN RASIO KEUANGAN RATA-RATA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
PENGARUH RASIO KEUANGAN MODEL ALTMAN DAN UKURAN PERUSAHAAN DALAM MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR ANEKA INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ TERHADAP KELENGKAPAN LAPORAN KEUANGAN (2007)
ANALISIS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN METODE DEPRESIASI (2007)
ANALISIS FAKTOR-FAKKTOR YANG MEMPENGARUHIO RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ DENGAN PERATAAN LABA (INCOME SMOTHING) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (2007)
ANALISIS PENGARUH INTERAKSI LABA DENGAN LAPORAN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM (2007)
ANALISIS PENGARUH PENJUALAN DAN PIUTANG USAHA TERHADAP LAPORAN ARUS KAS PADA PT.SUGI SAMA PERSADA,Tbk (2007)
ANALISIS RASIO- RASIO KEUANGAN DALAM RANGKA UNTUK MENILAI KESULITAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN INDUSTRI TEKSTIL (2007)
ANALISA RESIKO KEUANGAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT UKUR DALAM MENILAI KESEHATAN PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT.DYNAPLAST,Tbk ) (2007)
EVALUASI PERLAKUAN AKUNTANSI PENJUALAN CICILAN PADA PT.KEMASINDO TRI UTAMA (2007)
ANALISA PENERAPAN BAGI HASIL PIHAK KE TIGA DAN PENERAPAN AKUNTANSI UNTUK PEMBIAYAAN MUDRABAHAH (STUDI KASUS PT.BANK SYARIAH MANDIRI ) (2007)
PERBANDINGAN RETURNON ASSETS CAPITAL ADEQUENCY RATIO DAN BANKING RATIO ANTARA BANK PEMERINTAH DAN BANK SWASTA YANG GO PUBLIK PADA PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEJ TAHUN 2001-2003 (2007)
EVALUASI PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP MENURUT PSAK NO.16 DAN NO.17 PADA PT.SINAR SURYA PLASTIK (2007)
ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PREDIKSI PERTUMBUHAN LABA 9STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEJ PADA TAHUN 1995-2000 (2007)
ANALISIS HUBUNGAN DAN PENGARUH PENGUMUMAN LABA AKUNTANSI TERHADAP DEVIDEN KAS DAN LIKUIDITAS SAHAM PERUSAHAAN LQ 45 DI BEJ PERIODE 2001-2004 (2007)
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
HUBUNGAN LABA BERSIH DAN ARUS KAS OPERASI TERHADAP DEVIDEN KAS PADA PERUSAHAAN INDUSTRI MANUFAKTUR PADA PERIODE 2001-2003 (2007)
PENGARUH PRAKTIK MANAJEMEN LABA (EARNING MANAGEMENT) TERHADAP KUALITAS LABA DAN REAKSI PASAR (2007)
ANALISIS HUBUNGAN KONSERVATISME LAPORAN KEUANGAN TERHADAP EARNING RESPONSE COEFFICIENT (2007)
ANALISIS PENGARUH INFORMASI LABA AKUNTANSI DAN KOMKPONEN ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
PENGARUH LIKUIDITAS LEVERAGE DEVIDEN DAN PROFITABILITAS TERHADAPPRICE EARNING RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANALISIS SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN MELALUI RELEVANSI NILAI LABA BERSIH DAN ARUS KAS (2007)
ANALISIS PENGARUH KINERJA DAN KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN WAJIB DAN SUKARELA LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INCOME SMOOTING DI BEJ (2007)
ANALISIS PENGARUH LBA AKUNTANSI ,LABA TUNAI DAN ARUS KAS OPERASI TERHADAP DEVIDEN KAS (2007)
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN KEMAHALAN HARGA SAHAM DAN LIKUIDITAS TERHADAP STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
PENGUJIAN SIZE HIPOTESIS DAN DEBT EQUITY HIPOTESIS YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KONSERFATIF PERUSAHAAN DENGAN TEHNIK MULTINOMINAL LOGIT (2007)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN DAN PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN FIFO DAN AVERAGE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PADA PERIODE 2001-2005 YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP DAN SELISIH KURS TERHADAP PEROLEHAN AKTIVA TETAP SERTA PENGARUHNYA ATAS LABA PERUSAHAAN PADA PT.XYZ (2007)
PENGUKURAN ATAS TINGKAT PENGUNGKAPAN SUKA RELA DENGAN MENGGUNAKAN GRAPHICAL INFORMATIO DISCLOSURE INDEKS (2007)
AKUNTANSI DAN PENGAWASAN AKTIVA TETAP PADA PERUSAHAAN AIRMINUM MINERAL (STUDI KASUS PADA PT. EQUILINDO ASRI (2007)
ANALISIS PENGARUH RASIO LAPORAN ARUS KAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PEERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN DI BEJ (2007)
PENERAPAN PERLAKUAN AKUNTANSI TINGKAT HARGA UMUM TERHADAP LAPORAN DAN RASIO KEUANGAN (STUDI KASUS PADA PT.X ) (2007)
ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MEMPREDIKSI LABA DAN ARUS KAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ (2007)
ANALISIS PENGARUH KEPUTUSAN MERGER DAN AKUSISI TERHDAP VOLUME PERDAGANGAN DAN KINERJA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA PERIODE 1995-2004 (2007)
ANALISA PENGAKUAN PENDAPATAN ATAS PENJUALAN ANGSURAN MOBIL YANG TERJADI PADA DEALER MOBIL PT.X (2002)
PENGARUH INFORMASI LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN JASA YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANALISIS HUBUGAN ANTARA ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI DA DATA AKRUAL DENGA RETURN SAHAM (2007)
ANALISA RATIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN ASURASI YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANALISA RATIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN ASURASI YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANALISA PEGARUH LABA BERSIH DAN ARUS KAS OPERASI TERHADAP DEVIDEN TUNAI (CASH DEVIDEN) PADA PERUSAHAAN INDUSTRI MANUFAKTUR DI BEJ (2007)
PENGARUH PERUBAHAN LABA AKUNTASI TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN YANG GO PUBLIK DI BEJ (2007)
PEGARUH PERTUMBUHAN RASIO KEUANGAN TERHADAP LABA INDUSTRI FARMASI INDONESIA (2007)
ANALISA HUBUNGAN LABA AKUNTANSI DAN LABA TUNAI DENGAN DEVIDEN KAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIK DI BEJ (2007)
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIOANAL TERHADAPKEBIJAKAN HUTANG /STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN (2007)
HUBUNGAN KANDUNGAN INFORMASI LABA AKUNTANSI TOTAL ARUS KAS DAN KOMPONEN ARUS KAS DENGAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN INDUSTRI MANUFAKTUR YANG GO PUBLIK DI BEJ (2007)
KEMAMPUAN LABA DAN ARUS KAS OPERASI DALAMMEMPREDIKSI LABA DAN ARUS KAS OPERASI PERIODE MENDATANG (2007)
ANALISIS PENGAUH PEMILIHAN METODE AKUNTANSI TERHADAP TINGKAT UNDER PRICING SAHAM PERDANA (2007)
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PERUSAHAAN DAN ABNORMAL RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUSISI (2007)
HUBNGAN LABA BERSIH DAN ARUS KAS OPERASI TERHADAP DEVIDEN KAS PADA PERUSAHAAN INDUSTRI MANUFAKTUR PERIODE 2001-2003 (2007)
ANALISIS PREDIKSI KEBIJAKAN DEVIDEN,KEBIJAKAN PENDANAAN ASIMETRI INFORMASI DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN TERHADAPSET KESEMPATAN INVESTASI (IOS)- (2007)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTEK PENGUNGKAPAN SOSIAL PADA LAPORAN TAHUNAN DI PERUSAHAAN DASAR DAN KIMIA YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PEMILIHAN METODE DEFRESIASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR (2007)
ANALISIS PENGARUH PROFITAILITAS UKURAN PERUSAHAAN DEVIDEN PAYOUT RATIO DAN KELOMPOK USAHA TERHADAP PERATAAN LABA PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA (2007)
ANALISIS PENGARUH PBV MARKET BASED DAN PBV FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA S AHAM SALAH SATU BANK HASIL MERGER DAN AKUSISI PT.BANK DANAMON INDONESIA,Tbk (2007)
AKUNTANSI REVALUASI AKTIVA TETAP IMPLIKASI STANDAR DI INDONESIA (STUDI KASUS PT BAYER INDONESIA,Tbk DAN PT BALI GRAHA MEDIATAMA,Tbk (2007)
ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN DAN POTENSI KEGAGALAN USAHA PADA PT.INDOSAT ,Tbk PERIODE 2002-2005 DI BANDINGKAN DENGAN RASIO KEUANGAN RATA-RATA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
MODEL ANALISIS CAMEL UNTUK MEMPREDIKSI GEJALA FINANCIAL DISTRESS PADA SEKTOR PERBANKAN YANG GO PUBLIK (2007)
HUBUNGAN ANTARA PENGUNGKAPAN INFORMASI –INFORMASI ASIMETRI DAN BIAYA MODAL (2007)
ANALISIS HUBUNGAN LABA BERSIH DAN ARUS KAS OPERASI DENGAN DEVIDEN PADA PERUSAHAAN INDUSTRI MANUFAKTUR YANG GO PUBLIK DI BEJ TAHUN 2000-2003 (2007)
ANALISI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPEBGARUH TERHADAP PEMILIHAN METODE DEPRESIASI UNTUK AKLTIVA TETAP PADA PERUSHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANALISA TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN DENGAN METODE CAMEL (STUDI KASUS PADA BANK X,Tbk (2007)
PERANAN LEASING DALAMMEMBANTU PERMODALAN PELAKSANAAN AKUNTANSI DAN PELAORANYA PADA PT.GOBEL DHARMA KARYA YASA( 2007)
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI DAN PAJAK SEBELUMDAN SESUDAH PENGGABUNGAN USAHA PADA PT.AGUNG CONCERN (2007)
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI DAN PAJAK SEBELUMDAN SESUDAH PENGGABUNGAN USAHA PADA PT.AGUNG CONCERN (2007)
ANALISA PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN FARMASI YANG GO PUBLIK (2007)
MANFAAT RASIO LAPORAN KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK DI BEJ (2007)
PENERAPAN PERLAKUAN AKUNTANSI INFLASI ATAS PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN (STUDI KASUS PADA PT.X(2007)
ANALISIS HUBUNGAN KEPEMILIKAN MANAJEMEN DAN MANAJEMEN PROFIT SHARING TERHADAP PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN DAN PERUSAHAANMANUFAKTUR DI BEJ (2007)
PENGARUH INFORMASI ARUS KAS OPERASI DAN PENYESUAIAN AKRUAL TERHADAP UNEX PECTEO TRADING VOLUME PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2007)
ANALISA KEMUNGKINAN PENERAPAN RESTRUKTURISASI HUTANG DAN DAMPAKNYA TERHADAP TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT.X ) (2007)
PENGARUH INFORMASI ARUS KAS TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DI PASAR MODAL (2007)
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT.X ) (2007)
ANALISA PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PENJUALAN KONSINYASI DI TINJAU DARI PIHAK KONSINYER (STUDIKASUS PADA PT. CITA KARTIKA GARININDO ) (2007)
ANALISA LAPORAN ARUS KAS UNTUK MENGUKUR KINERJA PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT.CENTEX) (2007)
PERBANDINGAN RETURN ON ASSETS CAPITAL ADEQUANCY RATIO DAN BANKING RATIO ANTARA BANK PEMERINTAH DAN BANK SWASTA (1999-2001)-(2007)
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK PERSEDIAAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA (STUDI KASUS PADA PT.FILLINDO NUANSA KREATAMA (2007)
ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN METODE KONVENSIONAL DAN METODE TINGKAT HARGA UMUM PADA PT.X DI JAKARTA (2007)
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI ANJAK PIUTANG (STUDI KASUS PADA PT.BII FINANCE CENTER (2007)
PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP DAN PENYUSUTAN (STUDI K ASUS PT.DELTA JAKARTA) (2007)
PERLAKUAN AKUNTANSI DANA PENSIUN (STUDI KASUS DANA PENSIUN PERTAMINA (2007)
HUBUNGAN LABA BERSIH DAN ARUS KAS OPERASI DENGAN DEVIDEN PADA PERUSAHAAN INDUSTRI MANUFAKTUR DI INDONESIA (2007)
LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK INVESTASI (STUDI KASUS PADA PT.INDO SEMAR SAKTI) (2007)
ANALISAPERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI SEWA GUNA USAHA DITINJAU DARI SEGI LESSE (STUDI KASUS PADA PT.X) (2007)
EVALUASI KEBIJAKAN PENYUSUNAN LAPORAN KONSOLIDASI PADA PT.KRAKATAU ESTATE CILEGON (2007)
ANALISA LAPORAN ARUS KAS UNTUKMENILAI KINERJA KEUANGAN (STUDI KASUS PADA PT.HOTLINETAMA SARANA (2007)
ANALISA PERLAKUAN AKUNTANSI PERSEDIAAN BARANG DAGANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA (STUDI KASUS PADA PT.ENERGIZER TRADING INDONESIA0 (2007)
PENGARUH LEVERAGE OPERASI PERUSAHAAN LEVERAGE KEUANGAN PERUSAHAAN UKURAN PERUSAHAAN DAN CORPORATE OVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA (2008)
ANALISIS IMPLEMENTASI CORORATE GOVERNANCE PADA PETAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEJ TAHUN 2008-2007 (2008)
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTU PERIODE 2003-2006 (2008)
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP ASIMETRI INFORMASI DI SEKTOR HARI PELAPORAN PENDAPATAN (2008)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTEK- PRAKTEKPENGUNGKAPAN SOSIAL PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA (2008)
-FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPTAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN INDUSTRI DASAR DAN KIMIA PASCA KEPUTUSAN BAPEPAM NO KEPUTUSAN .36/2003 (2008)
STUDI EMPIRIS TERHADAP FAKTOR PENENTU KEBIJAKAN JUMLAH DEVIDN (2008)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPRNGARUH TERHADAP PARATAAN LABA DAN KAITANYA DENGAN KINERJA SAHAM PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA (2008)
ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN PROFITABILITAS UMUR PERUSAHAAN LEVERAGE,LIKUIDITAS DAN SAHAM PUBLIK TERHADAP KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2008)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTEK PERATAAN LABA DAN KAITANYA DENGAN KINERJA SAHAM PADA PERUSAHAAN PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BEJ (2008)
PENERAPAN AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH DALAM PRODUK BAGI HASIL PIHAK KETIGA PADA PEMBIAYAAN MUDRABAHAH PT.BANK MUAMALAT INDONESIA,Tbk SESUAI DENGAN PSAK NO.59 (2008)
PENGARUH CORPOATIVE GOVERNANCE TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2008)
ANALISIS PENGARUH PRAKTEK TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA (2008)
ANALISIS PENGARUH LABA AKUNTANSI ARUS KAS DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIA SAHAMPADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2002-2006 (2008)
ANALISIS PENGARUH SIZE PERUSAHAAN TIPE INDUSTRI BASIS PERUSAHAAN PROFITABILITAS LEVERAGE DAN LIKUIDITAS TERHADAP TINGKAT PENGNGKAPAN SOSIAL PADA PERUSAHAAN GOPUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA (2008)
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL KEPEMILIKAN INSTITUTIONAL DAN KEPEMILIKAN ASING PADA KEBIJAKAN UTANG PERUSAHAAN SEBUAH PERSPEKTIF THEORY AGENCY (2008)
PRAKTIK PENGUNGKAPAN ASPEK TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM LAPORAN TAHUNAN DAN RELEVANSINYA BAGI INVESTOR (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN SEKTORPERDAGANGAN DAN JASA) (2008)
PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI DAN YIELD OBLIGASI (2008)
PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (2008)
PENGARUH PERUBAHAN LABA AKUNTANSI (ACCOUNTING INCOME) DAN ARUS KAS OPERASI (OPERATING CASH FLOW) TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN –PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTA DI BEJ 2004-2006 (2008)
PENGARUH TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ANEKA INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI BEJ (2008)
ANALISAPERBANDINGAN VALUE RELEVANT ANTARA NET INCOME DAN CASH FLOW DALAMKAITANYA DENGAN SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN (2008)
ANALISA IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT.PUPUKKUJANG CIKAMPEK (2008)
PENGARUH MERGER DAN AKUSISI TERHADAP KEMAKMURAN PEMEGANG SAHAM DAN KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (2008)
METODE PENGAKUAN REVENUE PRUSAHAAN PENGEMBANG REALESTATE (STUDI KASUS PADA PT.X) (2008)
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN INFORMASI KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERIODE 2004-2005 (2008)
TINGKAT PROFITABILITAS INDUSTRI PERBANKAN DI TINJAU DARI KONSEP SYARIAH (STUDI KASUS PADA BANK PERKREDITAN SYARIAH ALWADIAH TASIKMALAYA JAWA BARAT DAN BANK PERKREDITAN RAKYAT X TANGGERANG BANTEN ) (2008)
PERLAKUAN KEPEMILIKAN INSTUTIONAL TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE DAN PROPERTY DI INDONESIA (2008)
PENGARUH FRE CASH FLOW DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP UTANG DAN KINERJA (2008)
PENGARUH FRE CASH FLOW DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KEBIJAKAN UTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA (2008)
ANALISA PENGARUH MEKANISME GOODS CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA INDUSTRI FOODS AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BEJ (2008)
PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ (2008)
ANALISIS PERHITUNGAN BAGI HASIL DAN PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA PT.BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO),Tbk KANTOR CABANG SYARIAH JAKARTA (2008)
ANALISIS IMPLEMENTASI PERTANGGUNG JAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT.MEDCO ENERGY INTERNATIONAL) (2008)
ANALISIS RELEVANSI NILAI INFORMASI AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (2008)
ANALISA RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ DAN BES (2008)
ANALISIS PENGARUH SIZE PERUSAHAN TIPE INDUSTRI BASIS PERUSAHAAN PROFITABILITAS LEVERAGE DAN LIKUIDITAS TERHADAP TINGKAT PENGUNGKAPAN SOSIAL PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK DI BEI (2008)
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAMMEMPREDIKSI TERTUMBUH NYA LABA PADA PERUSAHAAN INDUSTRI KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BEJ (2008)
MENGEVALUASI KEPRIBADIAN WIRA USAHA MINANG DALAM MENGELOLA USAHA PAKAIAN DI PASAR TANAH ABANG (2008)

Minggu, 28 Desember 2008

Pandangan Hukum Positif Terhadap Perbuatan Mempekerjakan Anak dalam Film

By Nasrullah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan
Dewasa ini, industri film Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Ada puluhan film yang dibuat oleh para produser dan sutradara tiap tahunnya. Baik itu berupa film layar lebar, film televisi, maupun sinetron (film drama). Namun, hal yang sangat disayangkan adalah ketidak sinergian antara perkembangan industri film tadi dengan tanggung jawab moral para pengusaha industri film.
Sangat banyak tanggung jawab moral yang dilanggar oleh mereka. Diantaranya adalah melibatkan anak dibawah umur dalam kegiatan indusri mereka. Kebanyak anak tersebut memerangkan peran utama sehingga menguras tenaga anak-anak tersebut, juga waktu bermain mereka. Belum lagi adegan-adegan yang mereka perankan, lebih banyak tidak pada porsi seusia mereka “peran yang seharusnya dimainkan oleh orang dewasa”.
Selain tanggung jawab moral yang dilanggar oleh mereka. Juga terhadap ketentuan perundang-undangan yang mengatur tentang perlindungan terhadap anak. Namun, pemerintah sebagai pelindung anak bangsanya belum mampu juga bertindak secara optimal memberikan sanksi yang tegas kepada pengusaha industri film yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan.
Olehnya itu, sangat dibutuhkan perangkat perlindungan yang efektif kepada anak-anak tersebut. Agar tidak dieksploitasi oleh para pengusaha industri film tersebut. Perangkat perlindungan yang efetif tersebut adalah berupa perangkat hukum yang dapat menjadi acuan dalam memberikan sanksi kepada para pelaku industri film yang melakukan eksploitasi terhadap anak.

1.2 Permasalahan
1. Bagaimana tinjauan hukum positif terhadap perbuatan pengusaha yang mempekerjakan anak sebagai aktor dalam film?
2. Bagaimana tinjauan hukum positif terhadap perbuatan orang tua yang mempekerjakan anaknya sebagai aktor dalam film?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui tinjauan hukum positif terhadap perbuatan pengusaha yang mempekerjakan anak sebagai aktor dalam film.
2. Untuk mengetahui tinjauan hukum positif terhadap perbuatan orang tua yang mempekerjakan anaknya sebagai aktor dalam film.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Landasan Yuridis
Pasal 28B Ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi: Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Pasal 28C Ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi: Setiap orang berhak mengembangkan dirinya melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
Pasal 1 Ayat 12 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: Hak anak adalah bagian dari has asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan Negara.
Pasal 9 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.
Pasal 16 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: Setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi.
Pasal 16 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: Setiap anak berhak untuk memperoleh kebebasan sesuai dengan hukum.
Pasal 22 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak.
Pasal 23 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: Negara dan pemerintah menjamin perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban orang tua, wali, atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab terhadap anak.
Pasal 23 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: Negara dan pemerintah mengawasi penyelenggaraan perlindungan anak.
Pasal 26 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi:
Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:
a. mengasuh, memelihara,mendidik, dan melindungi anak;
b. menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya
c. mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.
Pasal 77 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi:
a. Diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian, baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya.
b. Penelantaran terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami sakit atau penderitaan, baik fisik, mental, maupun sosial.
Dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda palimg banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Pasal 26 Ayat 26 Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja yang berbunyi: Anak adalah setiap orang yang berumur dibawah 18 (delapan belas) tahun.
Pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja yang berbunyi: Pengusaha dilarang mempekerjakan anak.
Pasal 69 Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja yang berbunyi:
(1) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 dapat dikecualikan bagi anak yang berumur antara 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun untuk melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental, dan sosial.
(2) Pengusaha yang mempekerjakan anak pada pekerjaan ringan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus memenuhi persyaratan:
a. izin tertulis dari orang tua atau wali;
b. perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali;
c. waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam;
d. dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah;
e. keselamatan dan kesehatan kerja;
f. adanya hubungan kerja yang jelas; dan
g. menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.



Pasal 70 Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja yang berbunyi:
(1) Anak dapat melakukan pekerjaan di tempat kerja yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan atau pelatihan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang.
(2) Anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) paling sedikit berumur 14 (empat belas) tahun.
(3) Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan dengan syarat:
a. diberi petunjuk yang jelas tentang cara pelaksanaan pekerjaan serta bimbingan dan pengawasan dalam melaksanakan pekerjaan; dan
b. diberi perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
Pasal 71 Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja yang berbunyi:
(1) Anak dapat melakukan pekerjaan untuk mengembangkan bakat dan minatnya.
(2) Pengusaha yang mempekerjakan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib memenuhi syarat:
a. di bawah pengawasan langsung dari orang tua atau wali;
b. waktu kerja paling lama 3 (tiga) jam sehari; dan
c. kondisi dan lingkungan kerja tidak mengganggu perkembangan fisik, mental, sosial, dan waktu sekolah.
2.2 Tinjauan Hukum Positif terhadap Perbuatan Pengusaha yang Mempekerjakan Anak sebagai Aktor dalam Film
Pengusaha industri film selama ini telah melakukan eksploitasi terhadap anak yang dipekerjakan sebagai aktor dalam film. Contoh eksploitasi yang dilakukan adalah mempekerjakan anak di bawah umur 13 tahun, seperti dalam film yang berjudul ”Cerita SMA” yang ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta di Indonsesia. Hal tersebut sungguh telah melanggar ketentuan dalam Pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja yang berbunyi: Pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Juga pada Pasal 69 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja yang berbunyi: Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 dapat dikecualikan bagi anak yang berumur antara 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun untuk melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental, dan sosial. Dalam ketentuan perundang-undangan tersebut jelas bahwa anak di bawah umur 13 tahun tidak boleh dipekerjakan oleh pengusaha. Bahkan anak yang berumur antara 13 tahun sampai dengan 15 tahun pun hanya dibolehkan bekerja pada pekerjaan-pekerjaan ringan saja, bahkan waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam, dan tidak boleh mengganggu waktu sekolah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Pasal 69 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja yang berbunyi: Pengusaha yang mempekerjakan anak pada pekerjaan ringan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus memenuhi persyaratan:
a. izin tertulis dari orang tua atau wali;
b. perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali;
c. waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam;
d. dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah;
e. keselamatan dan kesehatan kerja;
f. adanya hubungan kerja yang jelas; dan
g. menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Perilaku pengusaha industri film sungguh telah melanggar hak asasi anak untuk tumbuh, dan berkembang, serta memenuhi kebutuhan dasarnya. Contoh kebutuhan dasar anak adalah bermain dan bergembira bersama-sama dengan teman sebayanya. Mereka juga berhak atas pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia (dapat dilihat lebih jelasnya pada Pasal 28J Ayat 1 UUD 1945).
Hak atas pendidikan anak yang dilanggar oleh pengusaha industri film dan iklan dapat dilihat pada waktu kerja anak yang kebanyakan pada pagi dan siang hari yang secara langsung telah menggangu waktu sekolah (pendidikan) anak tersebut. Perbuatan pengusaha tersebut telah bertentangan dengan Pasal 9 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Juga bertentangan dengan Pasal 28C Ayat 1 UUD 1945 Setiap orang berhak mengembangkan dirinya melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
Perbuatan pengusaha industri film yang mempekerjakan anak sehingga anak tersebut telah terasa diambil hak asasi nya, sehingga terasa juga ada diskriminasi terhadap anak. Kemudian timbul akibat-akibat seperti anak mengalami kerugian, baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosial. Maka pengusaha tersebut dapat dikenakan sanksi pidana berupa pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) sebagaimana termaktub dalam ketentuan Pasal 77 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
2.3 Tinjauan Hukum Positif Terhadap Perbuatan Orang Tua yang Mempekerjakan Anaknya sebagai Aktor dalam Film
Orang tua selama ini sedikit banyaknya memiliki peran dalam menghadirkan praktek eksploitasi anak dalam industri film. Mereka juga termasuk pelaku yang menyebabkan hak-hak asasi anaknya terjajah. Hak-hak asasi seperti bermain, kelangsungan pendidikan, dan pengembangan minat dan bakatnya (substansi dari Pasal 28C Ayat 1 UUD 1945).



Orang tua memiliki kewajiban-kewajiban terhadap anaknya sesuai dengan apa yang tertuan dalam Pasal 26 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:
a. mengasuh, memelihara,mendidik, dan melindungi anak;
b. menumbuh kembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya
c. mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.
Namun kemudian terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh orang tua anak yang bekerja sebagai aktor dalam industri film dan iklan terhadap Poin a dan b Pasal 26 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak di atas. Orang tua sering melupakan kewajibannya untuk harus lebih mementingkan mengasuh anaknya, juga memelihara, mendidik, dan melindungi anaknya. Termasuk juga pengembangan kemampuan, bakat, dan minat anaknya.
Orang tua anak yang bekerja di dalam industri film sebagai aktor juga dapat dianggap telah melakukan eksploitasi ekonomi terhadap anaknya. Alasannya adalah anak dipekerjakan karena akan dapat memberikan penghasilan yang besar terhadap mereka. Padahal, perbuatan mereka telah melanggar hak anak yang terdapat dalam Pasal 1 Poin b Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual.
Sampai saat ini, masih banyak orang tua yang mempekerjakan anaknya sebagai aktor dalam industri film. Walaupun telah banyak ketentuan perundang-perundangan yang mengatur tentang perlindungan anak dari eksploitasi. Hal ini disebabkan karena ketentuan perundang-perundangan yang telah ada tersebut belum mengatur secara tegas dan memberikan sanksi yang tegas kepada mereka yang melanggar.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Terdapat banyak ketentuan perundang-undangan yang mengatur perlindungan terhadap anak yang telah dilanggar oleh para pelaku usaha industri film dan iklan terhadap anak yang bekerja dalam film sebagai aktor. Seperti Pasal 68, Pasal 69 Ayat 1,Pasal 69 dan Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Tenaga Kerja. Termasuk juga pada Pasal 28J Ayat 1 UUD 1945.
Begitupun dengan ketentuan perundang-undangan yang mengatur perlindungan terhadap anak yang telah dilanggar oleh orang tua anak yang bekerja dalam film sebagai artis ataupun aktor. Seperti Poin a dan b Pasal 26 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Termasuk juga pada Pasal 28J Ayat 1 UUD 1945, serta Pasal 1 Poin b Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
3.2 Saran
1. Seharusnya pemerintah lebih meningkatkan lagi perlindungan terhadap anak-anak.
2. Sebaiknya orang tua dan pengusaha tidak melakukan eksploitasi terhadap anak-anak karena itu bisa mengganggu pola pikir dan perkembangan anak.
3. Seharusnya ketentuan perundang-undangan mengatur secara tegas dan memberikan sanksi yang tegas pula kepada mereka yang melanggar.
Nama : Nasrullah
NM : 07400012
Kelas : III/A
Tugas : Hukum Administrasi Negara (UAS)

1.
(1.a) Ada banyak sanksi-sanksi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan kita, seperti misalnya dalam Undang-undang kepegawaian (Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian), dalam Undang-Undang Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Undang-Undang No. 14 Tahun 1992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan).
Di Indonesia, paksaan pemerintah (bestuurdwang) sudah dikenal sejak diundangkannya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian tanah Tanpa Ijin yang Berhak atau Kuasanya. Undang-undang tersebut memberi kewenangan kepada penguasa daerah pada waktu itu untuk bertindak secara bestuurdwang. Tindakan bestuurdwang dimaksud yakni wewenang bagi Penguasa Daerah guna memerintahkan kepada seorang pemakai tanah tanpa izin untuk mengosongkan tanah yang bersangkutan dengan segala bidang dan orang yang menerima hak dari padanya atau dalam hal setelah berlakunya tenggang waktu yang ditentukan di dalam perintah pengosongan dan ternyata belum dipenuhi oleh yang bersangkutan, maka penguasa daerah yang bersangkutan atau pejabat yang diberi perintah olehnya melaksanakan pengosongan atas biaya pemakai tanah sendiri. Sementara itu di Belanda, paksaan pemerintah merupakan tindakan nyata yang dilakukan oleh organ pemerintah atau atas nama pemerintah untuk memindahkan, mengosongkan, menghalang-halangi, memperbaiki pada keadaan semula apa yang telah dilakukan atau sedang dilakukan yang bertentangan dengan kewajiban-kewajiban yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

(1.b) Pelaksanaan paksaan pemerintah (bestuurdwang) adalah wewenang, bukan kewajiban. Artinya, sebelum menjalankan bestuurdwang, badan pemerintah wajib mempertimbangkan semua kepentingan yang terkait. Di antara yang harus dipertimbangkan adalah kepentingan umum yang dirugikan oleh keadaan ilegal; kepentingan pencegahan pengaruh preseden; dan kepentingan pihak ketiga (biasanya bagi orang-orang yang diam di sekitarnya). Selain pertimbangan di atas, patut pula dipertimbangkan kepentingan dari pelanggar dengan dipertahankannya keadaan yang ilegal; masalah-masalah praktis atau ketidakmungkinan; pembiayaan yang tinggi dari paksaan pemerintah (bestuurdwang); dan jika perlu ditindak sesuai hukum pidana (tidak menggunakan instrumen hukum administrasi).
Pelaksanaan paksaan pemerintah (bestuurdwang) wajib didahului dengan surat peringatan tertulis yang dituangkan dalam bentuk KTUN. KTUN dimaksud harus dikeluarkan oleh Pejabat/Bada Tata Usaha yang berwenang seperti Kepala Daerah. Surat peringatan tertulis tersebut harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Peringatan itu tidak dapat diadakan secara tanpa ikatan.
b. Perintah tertulis/peringatan tertulis harus memuat perintah yang jelas. Harus ditentukan apa yang harus dilakukan oleh warga negara yang mendapat surat pemberitahuan guna mencegah pemerintah mengambil tindakan-tindakan nyata.
c. Surat perintah harus memuat ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan mana yang dilanggar.
d. Harus ditentukan suatu jangka waktu perintah harus dilaksanakan.
e. Perintah harus ditujukan pada yang berkepentingan, yang menurut kenyataan memang juga mampu mengakhiri pelanggaran itu. Bisa ditujukan langsung kepada pelanggar atau pihak yang memiliki tempat yang digunakan oleh pelanggar.
f. Eksplisit atau implisit harus nyata bahwa biaya-biaya dalam hal tata usaha negara harus berindak, akan dibebankan pada pelanggar.
Selain syarat-syarat di atas, N.M. Spelt dan J.B.J.M ten Berge sebagaimana disarikan oleh Ridwan HR., menambahkan beberapa hal sebagai berikut:
a. Harus menyebut organ yang berwenang yang memberikan peringatan tertulis tersebut.
b. Harus digambarkan dengan jelas pelanggaran yang nyata. Syarat ini muncul dari yurisprudensi, yaitu pembebaran yang jelas dari keadaan atau tingkah laku yang bertentangan dengan ketentuan undang-undang.
c. Pemberian beban harus jelas dan seimbang.
d. Pemberian beban harus tak bersyarat.
e. Beban mengandung pemberian alasannya.
Dalam hal penerapan paksaan pemerintah (bestuurdwang), tata usaha negara harus pula memperhatikan syarat-syarat kecermatan. Tata usaha negara selayaknya tidak menimbulkan kerugian yang berlebihan bagi yang berkepentingan. Pembongkaran tidak perlu dilakukan dengan kasar.
2.
(2.a) Pengertian atau konsep Beschikking lebih luas dibandingkan dengan pengertian atau konsep keputusan Tata Usaha Negara. Dalam beschikking, ketetapan lisan pun telah dianggap sebagai beschikking. Sedangkan dalam Keputusan Tata Usaha Negara, yang dimaksud dengan Keputusan Tata Usaha Negara adalah penetapan tertulis (Pasal 1 Angka 3 Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 Tentang PTUN)
(2.b) Tidak semua keputusan Tata Usaha Negara yang dapat digugat melalui PTUN. Hanya keputusan yang sebagaimana dengan maksud pada Pasal 1 Angka 3 Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 Tentang PTUN yaitu Penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat kongkrit, individual dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi orang atau badan hukum perdata. Jadi harus memenuhi unsur-unsur:
1. Penetapan tertulis
2. dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara
3. berisi tindakan tata usaha negara
4. berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
5. bersifat kongkrit, Individual, Final
6. menimbulkan akibat hukum
7. bagi orang atau badan hukum perdata
Juga bukan keputusan Tata Usaha Negara yang disebut pada Pasal 2 Undang-Undang No. 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No.5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Yaitu:
1. Keputusan Tata Usaha Negara yang merupakan perbuatan hukum perdata;
2. Keputusan Tata Usaha Negara yang merupakan pengaturan yang bersifat umum;
3. Keputusan Tata Usaha Negara yang masih memerlukan persertujuan;
4. Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau peraturan perundang-undangan lain yang bersifat huum pidana;
5. Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan atas dasar hasil pemeriksaan badan peradilan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
6. Keputusan Tata Usaha Negara mengenai tata usaha Tentara Nasional Indonesia;
7. Keputusan Komsi Pemilihan Umum baik di pusat maupun di daerah.
3.
(3.A) Bentuk perlindungan hukum yang preventif, menekankan akseptabilitas sebuah peraturan di tengah masyarakat. Selama ini,bentuk perlindungan seperti ini masih kurang terakomodir. Hal ini karena besarnya benturan kepentingan antara anggota pembuat peraturan di negeri ini. Contoh peraturan perundang-undangan yang dhasilkan dari bentuk seperti ini adalah Undang-undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Kemudian bentuk perlindungan hokum refresif, kurang memperhatikan pertimbangan public secara luas, dan peraturan perundang-undang yang dihasilkan lebih sering mendatangkan penolakan dari masyarakat. Contoh Undang-Undang Tentang Badan Hukum Pendidikan, Undang-Undang Tentang Pornografi dan Porno Aksi.

(3.b) Model perlindungan hukum yang lebih mengedepankan pelayanan publik adalah dititik beratkan pada saat pembuatan peraturan hukum tersebut. Keterimaan atau akseptabilitas peraturan tersebut harus terjamin di masyarakat, dan peruntukan peraturan tersebut adalah untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya karena kepentingan politik belaka. Hukum dibuat untuk masyarakat, bukan masyarakat untuk hukum.
4.
(4.a) Pengaturan tentang kewenagan dan hak Komisi Ombudsman dalam Keppres No. 44 Tahun 2000 masih sangat minim, hal ini karena pada saat itu aturan tentang Ombudsman bersifat premature dan terkesan dadakan. Baru kemudian pada bulan oktober 2008 dapat disahkan peraturan tentang Ombudsman yang lebih lengka setelah melalui pembahasan yang lumayan panjang.
Pertama dan yang cukup signifikan adalah pemberiaan ekslusivitas atas nama “Ombudsman”. Pasal 46 Bab Ketentuan Peralihan UU No.37 Tahun 2008 menyatakan “Pada saat Undang-undang ini mulai berlaku, nama Ombudsman yang telah digunakan sebagai nama institusi, lembaga, badan hukum,terbitan atau lainnya yang bukan merupakan lembaga Ombudsman yang melaksanakan fungsi dan tugas berdasarkan undang-undang ini harus diganti dalam waktu paling lambat dua tahun sejak berlakunya undang-undang ini”.
Selain itu, UU Ombudsman memberi penambahan kewenangan Ombudsman dalam menyelesaikan laporan melalui mediasi dan konsiliasi atas permintaan para pihak (Pasal 8 ayat(1) huruf e). UU ini juga merampingkan komposisi Ombudsman yang awalnya berdasarkan Keppres berjumlah 11 orang, menjadi hanya tujuh orang. Masa jabatanditetapkan berlaku selama lima tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan tambahan.
Dalam menangani laporan, setiap pimpinan dan anggota Ombudsman diwajibkanmerahasiakan identitas pelapor. Kewajiban ini melekat terus meski pimpinan dan anggota yang bersangkutan berhenti atau diberhentikan. Namun, kewajiban ini dapat dikesampingkan dengan alasan demi kepentingan publik yangmeliputi kepentingan bangsa dan negara serta masyarakat luas.
Demi efektivitas kerjanya, Ombudsman juga diberi kewenangan untukmelakukan pemeriksaan lapangan ke objek pelayanan publik yang dilaporkan, tanpapemberitahuan terlebih dahulu. Inspeksi “dadakan” ini tetap harus memperhatikanketentuan peraturan perundang-undangan, ketertiban dan kesusilaan. Untukmenjaga netralitas, UU Ombudsman memuat aturan yang melarang pimpinanatau anggota Ombudsman turut serta memeriksa laporan jika di dalamnya memuatinformasi yang mengandung atau dapat menimbulkan konflik kepentingan.
UU Ombudsman ini juga memberikan dua hak ekslusif untuk Ombudsman. Pertama, hak imunitas atau kekebalan sebagai dukungan penuh terhadap pelaksanaan tugas dan wewenang Ombudsman. Dengan imunitas ini, sebagaimana diatur dalam Pasal 10, maka Ombudsman tidak dapat ditangkap, ditahan, diinterogasi, dituntut atau digugat di muka pengadilan. Pada bagian penjelasan disebutkan imunitas tidak berlakuapabila Ombudsman melakukan pelanggaran hukum.
Kedua, upaya pemanggilan paksa. Pasal 31 menyatakan “Dalam hal terlapor dan saksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) huruf a telah dipanggil tiga kali berturut-turut tidak memenuhi panggilan dengan alasan yang sah, Ombudsman dapat meminta bantuan Kepolisian untuk menghadirkan yang bersangkutan secara paksa”.
(4.b) Komisi Ombudsman Nasional adalah alternatif pilihan tepat masyarakat apabila ada keluhan kepada kegiatan-kegiatan administrasi pemerintahan. Hal ini karena proses ke ombudsman yang mudah dan tidak butuh proses yang panjang. Cukup hanya dengan menelpon ke Call Centre nya di Jakarta, kemudian KON akan melakukan pemeriksaan terhadap lembaga administrasi yang bermasalah tersebut dan akan dikeluarkan surat rekomendasi pada lembaga tersebut untuk memperbaiki citranya. Di bandingkan dengan proses di Peradilan Tata Usaha Negara yang memerlukan waktu yang tidak sedikit juga lumayan rumit. Namun, kekuatan hukum hasil keputusan peradilan Tata Usaha Negara lebih kuat karena sudah menjadi kewenangan yang diberikan oleh Undang-undang (Pasal 48 Ayat 2 UU No. 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara).

Sumber Bacaan:
-Philipus M. Hadjon. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Gadjah Mada University Press.1993. Yogyakarta
-http://www.hukumonline.com
-http://www.ombudsman.go.id
-Undang-Undang No.5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara
-Undang-Undang No.9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Undang-Undang No.5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara
-Undang-Undang No.37 Tahun 2008 Tentang Ombudsman Republik Indonesia
- Undang-Undang No. 1 Tahun 1960 Tentang Larangan Pemakaian tanah Tanpa Ijin yang Berhak atau Kuasanya
-Keputusan Presiden No.44 Tahun 2000 Tentang Komisi Ombudsman Nasional

Senin, 15 Desember 2008

“RESTRUKTURISASI dan PRIVATISASI BUMN”

Nama : Nasrullah
NIM : 07400012
Kelas : III-A
Tugas
“RESTRUKTURISASI dan PRIVATISASI BUMN”

Pengertian Restrukturisasi

Restrukturisasi adalah upaya yang dilakukan dalam rangka penyehatan BUMN yang merupakan salah satu langkah strategis untuk memperbaiki kondisi internal perusahaan guna memperbaiki kinerja dan meningkatkan nilai perusahaan.

Pengertian Privatisasi

Privatisasi adalah penjualan saham Persero, baik sebagian maupun seluruhnya, kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas pemilikan saham oleh masyarakat.

Maksud dan Tujuan Restrukturisasi

1.Restrukturisasi dilakukan dengan maksud untuk menyehatkan BUMN agar dapat beroperasi secara efisien, transparan, dan profesional.
2.Tujuan restrukturisasi adalah untuk:
a)meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan;
b)memberikan manfaat berupa dividen dan pajak kepada negara;
c)menghasilkan produk dan layanan dengan harga yang kompetitif kepada konsumen; dan
d)memudahkan pelaksanaan privatisasi.
3.Pelaksanaan restrukturisasi sebagaimana dimaksud di atas tetap memperhatikan asas biaya dan manfaat yang diperoleh.

Ruang Lingkup Restrukturisasi
:
a)restrukturisasi sektoral yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kebijakan sektor dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;
b)restrukturisasi perusahaan/korporasi yang meliputi :
1.peningkatan intensitas persaingan usaha, terutama di sektor-sektor yang terdapat monopoli, baik yang diregulasi maupun monopoli alamiah;
2.penataan hubungan fungsional antara pemerintah selaku regulator dan BUMN selaku badan usaha, termasuk di dalamnya penerapan prinsipprinsip tata kelola perusahaan yang baik dan menetapkan arah dalam rangka pelaksanaan kewajiban pelayanan publik;
3.restrukturisasi internal yang mencakup keuangan, organisasi/ manajemen, operasional, sistem, dan prosedur.

Maksud dan Tujuan Privatisasi

1.Privatisasi dilakukan dengan maksud untuk :
a)memperluas kepemilikan masyarakat atas Persero;
b)meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan;
c)menciptakan struktur keuangan dan manajemen keuangan yang baik/kuat;
d)menciptakan struktur industri yang sehat dan kompetitif;
e)menciptakan Persero yang berdaya saing dan berorientasi global;
f)menumbuhkan iklim usaha, ekonomi makro, dan kapasitas pasar.
2.Privatisasi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dan nilai tambah perusahaan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemilikan saham Persero.

Prinsip Privatisasi

Privatisasi dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, dan kewajaran.


Kriteria Perusahaan yang dapat diprivatisasi
1.Persero yang dapat diprivatisasi harus sekurang-kurangnya memenuhi kriteria:
a)industri/sektor usahanya kompetitif; atau
b)industri/sektor usaha yang unsur teknologinya cepat berubah.
2.Sebagian aset atau kegiatan dari Persero yang melaksanakan kewajiban pelayanan umum dan/atau yang berdasarkan Undang-undang kegiatan usahanya harus dilakukan oleh BUMN, dapat dipisahkan untuk dijadikan penyertaan dalam pendirian perusahaan untuk selanjutnya apabila diperlukan dapat diprivatisasi.

Persero yang tidak dapat diprivatisasi adalah:
a)Persero yang bidang usahanya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya boleh dikelola oleh BUMN;
b)Persero yang bergerak di sektor usaha yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara;
c)Persero yang bergerak di sektor tertentu yang oleh pemerintah diberikan tugas khusus untuk melaksanakan kegiatan tertentu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat;
d)Persero yang bergerak di bidang usaha sumber daya alam yang secara tegas berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dilarang untuk diprivatisasi.

Cara Pelaksanaan Privatisasi
a)penjualan saham berdasarkan ketentuan pasar modal;
b)penjualan saham langsung kepada investor;
c)penjualan saham kepada manajemen dan/atau karyawan yang bersangkutan.

Komite Privatisasi

1.Untuk membahas dan memutuskan kebijakan tentang privatisasi sehubungan dengan kebijakan lintas sektoral, pemerintah membentuk sebuah komite privatisasi sebagai wadah koordinasi.
2.Komite privatisasi dipimpin oleh Menteri Koordinator yang membidangi perekonomian dengan anggota, yaitu Menteri, Menteri Keuangan, dan Menteri Teknis tempat Persero melakukan kegiatan usaha.
3.Keanggotaan komite privatisasi sebagaimana dimaksud di atas ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

Komite privatisasi bertugas untuk:
a)merumuskan dan menetapkan kebijakan umum dan persyaratan pelaksanaan Privatisasi;
b)menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memperlancar proses Privatisasi;
c)membahas dan memberikan jalan keluar atas permasalahan strategis yang timbul dalam proses Privatisasi, termasuk yang berhubungan dengan kebijakan sektoral pemerintah.


Komite privatisasi dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud di atas dapat mengundang, meminta masukan, dan/atau bantuan instansi pemerintah atau pihak lain yang dipandang perlu.

Ketua komite privatisasi secara berkala melaporkan perkembangan pelaksanaan tugasnya kepada Presiden.

Dalam melaksanakan Privatisasi, Menteri bertugas untuk:

a)menyusun program tahunan Privatisasi;
b) mengajukan program tahunan Privatisasi kepada komite privatisasi untuk memperoleh arahan;
c)melaksanakan Privatisasi.

Tata Cara Privatisasi

1.Privatisasi harus didahului dengan tindakan seleksi atas perusahaanperusahaan dan mendasarkan pada kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah.
2.Terhadap perusahaan yang telah diseleksi dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan, setelah mendapat rekomendasi dari Menteri Keuangan, selanjutnya disosialisasikan kepada masyarakat serta dikonsultasikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
3.Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Privatisasi diatur dengan Peraturan Pemerintah.


Setiap orang dan/atau badan hukum yang mempunyai potensi benturan kepentingan dilarang terlibat dalam proses Privatisasi.

Kerahasiaan Informasi

1.Pihak-pihak yang terkait dalam program dan proses Privatisasi diwajibkan menjaga kerahasiaan atas informasi yang diperoleh sepanjang informasi tersebut belum terbuka.
2.Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud di atas dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hasil Privatisasi

1.Hasil Privatisasi dengan cara penjualan saham milik negara disetor langsung ke Kas Negara.
2.Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyetoran hasil Privatisasi diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Sumber Bacaan: Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara.